www.bisnistoday.co.id
Selasa , 3 November 2026
Home LIFESTYLE Berawal dari Iseng, Shanti Merajut Cita Rasa dan Membangun SR Cakery
LIFESTYLEWisata & Kuliner

Berawal dari Iseng, Shanti Merajut Cita Rasa dan Membangun SR Cakery

Perjalanan SR Cakery menjadi pengingat bahwa mempertahankan sebuah usaha membutuhkan proses yang tidak sebentar.

Shanti dan produk SR Cakery (dok: pribadi)
Shanti dan produk SR Cakery (dok: pribadi)
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Tidak semua usaha besar lahir dari perencanaan matang atau modal yang berlimpah. Ada kalanya, sebuah perjalanan bisnis justru bermula dari rasa penasaran, keinginan untuk mencoba sesuatu yang baru, hingga aktivitas sederhana yang dilakukan untuk mengisi waktu luang. Hal itulah yang menjadi awal perjalanan Shanti Rizanti dalam merintis usaha kuliner bernama SR Cakery.

Pada 2009, Shanti tidak pernah membayangkan bahwa kegiatan memasak yang awalnya hanya dilakukan karena iseng akan berkembang menjadi sebuah usaha kuliner. Semuanya bermula ketika seorang teman memberikan resep masakan kepadanya. Dari resep sederhana tersebut, muncul ketertarikanya untuk belajar mengolah berbagai jenis makanan. Ia mulai mencoba, bereksperimen dengan bahan-bahan, dan mempraktikkan resep yang diperolehnya.

“Benar-benar dari nol, tapi untungnya kawan saya mau membantu. Dia pantau proses baking-nya. Alhamdulillah kok 90% trial berhasil dan rasanya enak,” ujar perempuan dua anak ini, Senin (2/11/2026).

Awalnya, kegiatan memasak itu tidak memiliki tujuan bisnis. Shanti, yang memiliki ayah seorang pekerja di hotel berbintang yang paham dunia kuliner ini, hanya ingin belajar dan mencoba menghasilkan hidangan yang lezat.

Namun, dari proses belajar tersebut, tumbuh ketertarikan yang semakin besar terhadap dunia kuliner. Setiap percobaan menjadi pengalaman baru, sementara setiap hasil masakan memberikan kepuasan tersendiri. Tanpa disadari, kebiasaan sederhana itu perlahan membuka jalan bagi lahirnya SR Cakery.

Dari Dapur Sederhana

Perjalanan SR Cakery tidak berlangsung secara instan. Seperti kebanyakan usaha rumahan lainnya, bisnis ini tumbuh melalui proses belajar dan keberanian untuk mencoba. Shanti mulai mengembangkan kemampuannya dengan membuat berbagai jenis kue yang banyak diminati masyarakat.

Beberapa produk yang menjadi bagian dari perjalanan SR Cakery di antaranya nastar dan kastengel. Kedua jenis kue tersebut dikenal luas sebagai sajian favorit, terutama ketika momen Hari Raya seperti Lebaran atau Natal. Nastar, dengan cita rasa manis dan tekstur lembut, serta kastengel,yang gurih menjadi pilihan yang akrab di lidah masyarakat Indonesia.

Namun, Shanti tidak berhenti pada produk kue kering saja. Seiring berjalannya waktu, ia mulai memperluas variasi produknya dengan menghadirkan aneka puding dan minuman. Pengembangan produk ini menunjukkan bahwa kreativitas menjadi salah satu hal penting dalam menjaga keberlangsungan usaha kuliner. “Dulu saya masih nganter sendiri ke pelanggan sebelum dapat kurir box,” ujarnya.

Bagi pelaku usaha makanan, menghadirkan variasi produk bukan sekadar menambah pilihan bagi konsumen. Lebih dari itu, langkah tersebut menjadi cara untuk mengikuti selera pasar yang terus berubah. Konsumen memiliki preferensi yang beragam, sehingga inovasi menjadi salah satu kunci agar sebuah usaha tetap diminati.

Melalui SR Cakery, mantan karyawati di sebuah perusahaan swasta ini berupaya menghadirkan pilihan kuliner yang dapat dinikmati dalam berbagai kesempatan. Dari kue kering hingga puding dan minuman, setiap produk menjadi bagian dari perjalanan panjangnya dalam mengembangkan usaha.

Selain pengembangan varian produk, Shanti juga meningkatkan skill-nya dengan mengikuti kursus atau sekolah memasak dengan bimbingan para chef profesional.”Supaya hasilnya makin enak,” ujarnya tertawa.

Memanfaatkan Medsos

Di tengah perkembangan teknologi digital, cara masyarakat membeli makanan juga mengalami perubahan. Jika dahulu penjualan lebih banyak mengandalkan toko fisik atau promosi dari mulut ke mulut, kini media sosial menjadi salah satu sarana penting untuk memperkenalkan produk kepada konsumen.

Shanti turut memanfaatkan perubahan tersebut dengan memasarkan produk SR Cakery secara daring. Melalui Instagram dengan akun @sr_cakery dan platform threads, ia memperkenalkan berbagai produk kulinernya kepada masyarakat.

Pemanfaatan media sosial memberikan peluang bagi usaha rumahan untuk menjangkau konsumen yang lebih luas tanpa harus memiliki gerai atau toko besar. Dengan memanfaatkan platform digital, pelaku usaha dapat menampilkan produk, berkomunikasi dengan calon pembeli, serta membangun hubungan dengan pelanggan.

Bagi SR Cakery, kehadiran di media sosial menjadi bagian dari upaya memperkenalkan produk sekaligus menjaga eksistensi usaha di tengah persaingan bisnis kuliner yang semakin beragam.

Langkah ini juga mencerminkan perubahan pola bisnis UMKM pada era digital. Kini, seseorang dapat memulai usaha dari rumah dengan memanfaatkan keterampilan yang dimiliki, kemudian mengembangkan pasarnya melalui jaringan internet. Batas antara usaha kecil dan pasar yang luas semakin terbuka. Berkat cara ini, SR Cakery telah banyak menjaring pelanggan, baik individu maupun instansi.

Banyak usaha kecil lahir dari aktivitas sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Ada yang berawal dari hobi memasak, keterampilan membuat kerajinan, kemampuan menjahit, hingga kegemaran meracik minuman. Ketertarikan Santi terhadap dunia memasak, kini berkembang menjadi peluang ekonomi ketika dikelola dengan kesungguhan dan kreativitas.

Perjalanan SR Cakery menjadi pengingat bahwa mempertahankan sebuah usaha membutuhkan proses yang tidak sebentar. Ketertarikan yang muncul pada 2009 menjadi titik awal bagi Shanti untuk mengenal dunia kuliner lebih jauh dan mengembangkan beragam produk.

Kisah Shanti dengan SR Cakery-nya bukan hanya tentang kue, puding, atau minuman yang ditawarkan kepada konsumen. Di balik setiap produk, ada perjalanan seorang perempuan yang memulai sesuatu dari rasa ingin tahu dan keberanian untuk belajar.//

 

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Lokakarya Mewujudkan Potensi Pengurangan Susut dan Sisa Pangan untuk Mendukung Transformasi Ekonomi Hijau Indonesia di Bali, akhir Oktober lalu. (dok:IBCSD)
LIFESTYLEWisata & Kuliner

IBCSD Dorong Hotel di Bali Jadi Garda Terdepan Pengurangan Sisa Pangan

Badung, Bisnistoday.co.id – Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian...

Wisata & Kuliner

Jelajah Cita Rasa dan Ragam Hiburan Nusantara di Batavia PIK

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Beragam cita rasa khas Indonesia, mulai dari hidangan Sumatra...

LIFESTYLE

Elizabeth Eksplorasi Leather dan Floral Lewat Koleksi Bloom Beneath the Surface

BANDUNG, Bisnistoday.co.id – Brand fashion lokal Elizabeth menghadirkan koleksi terbaru bertajuk Bloom...

Wisata & Kuliner

K-Food Festa 2026 Berakhir Sukses, Perkuat Pasar Pangan Halal Korea di Indonesia

JAKARTA, Bisnistoday.co.id,- Kementerian Pertanian, Pangan, dan Urusan Pedesaan Republik Korea bersama Korea...