www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 7 Maret 2026
Home NASIONAL & POLITIK Angka Kesembuhan Covid-19 Lebih Dari 82 Persen
NASIONAL & POLITIK

Angka Kesembuhan Covid-19 Lebih Dari 82 Persen

Jubir Covid 19
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Kabar baik dalam penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia, jumlah kasus sembuh dan selesai isolasi mencapai lebih dari 350 ribu kasus. Angka kesembuhan atau recovery rate mencapai lebih dari 82 persen. Kabar ini disampaikan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 dr Reisa, kemarin.

“Pemerintah berterimakasih kepada sekitar 29 ribu dokter, terdiri dari dokter umum dan spesialis. Menurut data Kementerian Kesehatan, mereka bersama lebih dari 19.600 orang relawan tenaga kesehatan, nusatara sehat, dan internship serta hampir 300 orang relawan ahli teknologi laboratorium medik, yang sudah berjuang tanpa lelah di masa pandemi ini,” ucap Reisa.

Ia mengharapkan semua pihak mempertahankan prestasi ini. Dengan cara kompak dan tidak menambahkan kasus positif Covid-19. Apalagi selain Covid-19, masih ada penyakit-penyakit lainnya di Indonesia yang membutuhkan penanganan serius dari tenaga kesehatan. Seperti demam berdarah dengue (DBD), rabies, malaria, Avian flu, dan hepatitis.

Tak hanya itu, Reisa menambahkan, penyakit-penyakit tidak menular yang juga membutuhkan penanganan serius seperti jantung, kanker, diabetes yang menjadi penyakit mematikan di tengah-tengah masyarakat. “Bukan saja penyakit-penyakit ini sangat serius, pengobatannga juga mahal. Dan mengakibatkan hari produktif para pasien dan juga keluarga yang merawatnya,” Reisa menekankan.

Tentang penyakit tidak menular, ia kembali memaparkan laporan data dari Kementerian Kesehatan terhadap pasien meninggal Covid-19 karena penyakit penyerta. Diantaranya jantung koroner sebesar 36,9%, kanker sebesar 9,7%, diabetes melitus (DM) dengan komplikasi sebesar 9,3% dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) sebesar 2,9%.

Dari sisi pembiayaan kesehatan terbesar, penyakit jantung terbesar mencapai Rp10,5 triliun, diikuti kanker Rp3,4 triliun, stroke Rp2,5 triliun, gagal ginjal Rp2,3 triliun dan talasemia Rp489 miliar. “Hal ini berarti penyakit tidak menular bukan masalah yang enteng. Penanganan dan pengendaliannya juga membutuhkan dokter-dokter spesialis. Yang tentunya handal dan berkonsentrasi penuh,” imbuh Reisa./PDIP

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

TRADE EXPO INDONESIA 2025

SOROTAN BISNISTODAY

Beritasatu Network

Related Articles

Kantor Pertanahan Palangka Raya Perbarui Zona Nilai Tanah
NasionalNASIONAL & POLITIK

Kantor Pertanahan Palangka Raya Perbarui Zona Nilai Tanah

PALANGKA RAYA, BisnisToday – Kantor Pertanahan Kota Palangka Raya menggelar rapat koordinasi...

HumanioraNASIONAL & POLITIK

BRI Life Berbagi Kebahagiaan Anak-Anak Yatim dan Dhuafa

JAKARTA, Bisnistoday - PT Asuransi BRI Life mengadakan kegiatan berbagi berkah Ramadan...

HumanioraNASIONAL & POLITIK

BUMN Mudik Gratis 2026, Akan Berangkatkan Lebih 100 Ribu Pemudik

JAKARTA, Bisnistoday – Badan Pengaturan BUMN bersama BPI Danantara kembali menyelenggarakan Program...

APPMBGI Konsolidasikan Kepengurusan Daerah untuk Perkuat Tata Kelola Program Makan Bergizi Gratis
NasionalNASIONAL & POLITIK

APPMBGI Konsolidasikan Kepengurusan Daerah, Perkuat Tata Kelola Program Makan Bergizi Gratis

JAKARTA, BisnisToday - Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia...