JAKARTA, Bisnistoday – Di tengah tekanan nilai tukar Rupiah yang menembus Rp 17.850 per dolar AS dan inflasi yang merangkak di atas 3%, Bank Indonesia dinilai belum perlu terburu-buru menaikkan suku bunga acuan.
Praktisi Perbankan, Ekonom Senior dan Associate Faculty LPPI, Ryan Kiryanto, menilai posisi BI Rate saat ini masih cukup solid untuk menjaga stabilitas.
“Jika menilik posisi inflasi yang sudah di atas 3% tapi masih di koridor target BI yang 2,5% plus minus 1 persen serta posisi dolar AS yang setara Rp 17.850 per dolar AS, pilihan logis adalah BI Rate tetap dijaga di 5,75% meskipun Fed Rate sudah naik ke 3,75-4,00%,” ujar Ryan di Jakarta.
Menurutnya, meskipun inflasi sudah melewati angka psikologis 3%, angka tersebut masih berada dalam rentang target Bank Indonesia sebesar 1,5% hingga 3,5%. Kenaikan suku bunga acuan The Fed ke level 3,75-4,00% memang memberi tekanan, namun belum memerlukan respons berupa pengetatan moneter secara agresif.
Ryan menilai Bank Indonesia masih memiliki amunisi yang cukup kuat untuk mengendalikan gejolak Rupiah tanpa harus mengorbankan momentum pertumbuhan ekonomi dengan menaikkan bunga.
“Bank Indonesia masih bisa mengendalikan kurs Rupiah melalui kebijakan makroprudensial, termasuk operasi moneter melalui intervensi pasar,” tegasnya.
Strategi intervensi di pasar valas, penguatan operasi moneter, serta bauran kebijakan makroprudensial dinilai masih efektif untuk meredam volatilitas jangka pendek.
Namun, Ryan memberikan garis batas yang harus diwaspadai. Jika tekanan terhadap Rupiah semakin dalam dan inflasi terus memanas, maka opsi kenaikan BI Rate menjadi tak terhindarkan.
“Apabila di bulan-bulan berikutnya, kurs Rupiah masih tertekan dan mendekati Rp 18.000 serta inflasi mendekati 3,5%, saat itulah BI Rate harus dinaikkan untuk menstabilkan pergerakan kurs Rupiah,” pungkasnya.
Dengan skenario tersebut, BI diperkirakan akan tetap mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75% pada RDG pekan ini, sambil terus mencermati pergerakan inflasi inti dan arus modal asing./


















![Polisi antihuru-hara berhadapan dengan siswa SMA saat unjuk rasa di Paris [Yves Herman/Reuters]](https://bisnistoday.co.id/wp-content/uploads/2026/10/Pelajar-prancis-680x533.jpg)




















