Press "Enter" to skip to content

Fenomena Jatuh Masal Burung Pipit Pertanda Bahaya Perubahan Iklim

Fenomena ratusan burung pipit yang jatuh dan mati di Cirebon, baru-baru ini.
Social Media

Fenomena burung pipit yang jatuh dan mati secara masal di Gianyar, Bali, awal minggu ini ramai dibicarakan publik, karena sangat banyak burung pipit yang secara tiba-tiba berjatuhan dan jumlahnya mencapai ribuan. 

Hal lain yang ditakuti adalah akan menularkan penyakit infeksius dari fenomena tersebut, namun ternyata hasil uji lab menyatakan bahwa kematian burung-burung tsb bukan disebabkan oleh penyakit infeksius, dan hasil PCR menunjukan bahwa burung tsb negatif dari virus flu burung. 

Maka jika dilihat dari hasil lab yg tidak menunjukan burung tsb terpapar virus, berarti kemungkinan yang sangat mungkin terjadi adalah kematian burung ini disebabkan oleh faktor lingkungan yang tidak sehat.

Mungkin jatuhnya ribuan burung tersebut terlihat sepele untuk sebagian pihak, tetapi sebetulnya hal ini sangat serius, karena jika betul ini adalah akibat dari perubahan iklim, maka kita sudah bisa bayangkan kedepannya seperti apa.

Alam memberikan segalanya untuk makhluk hidup, dan makhluk hidup bergantung kepada alam. Ketika alam sudah rusak, tidak ada lagi tempat untuk makhluk hidup, maka selanjutnya adalah kepunahan. Dari fenomena ini seharusnya kita semakin perduli terhadap alam kita, karena sangat mungkin fenomena tsb terjadi akibat dari perubahan iklim. 

Mungkin jatuhnya ribuan burung tersebut terlihat sepele untuk sebagian pihak, tetapi sebetulnya hal ini sangat serius, karena jika betul ini adalah akibat dari perubahan iklim, maka kita sudah bisa bayangkan kedepannya seperti apa.

Perubahan iklim disebabkan oleh pemanasan global, dan pemanasan global dipicu oleh emisi-emisi yang dihasilkan dari kegiatan/aktivitas manusia, seperti dari industri, kendaraan bermotor, dan energi kotor lainnya. 

Fenomena alam seperti jatuhnya burung pipit secara masal tersebut, sebetulnya merupakan tanda dari alam yang artinya alam kita sedang tidak sehat.

Maka pemerintah yang mempunyai wewenang sebagai pencipta kebijakan harus punya solusi untuk hal ini, salah satunya adalah melakukan transisi energi dari energi kotor bahan dasar fosil ke energi bersih seperti Energi Terbarukan, dalam upaya pencapaian zero emission untuk memulihkan lingkungan dan iklim.

Fenomena alam seperti jatuhnya burung pipit secara masal tersebut, sebetulnya merupakan tanda dari alam yang artinya alam kita sedang tidak sehat. Selain itu, kematian masal dari salah satu jenis makhluk hidup akan merusak hubungan makhluk hidup lainnya yang saling mempengaruhi dalam suatu hubungan ekosistem. 

Hal ini dapat memicu dan membuat ekosistem tidak seimbang. Maka permasalahan iklim ini adalah masalah yang sangat serius dan harus segera diatasi, demi keberlangsungan hidup seluruh makhluk hidup di dalamnya.

Oleh : Fatmata Juliansyah, Manager Advokasi & Kampanye KAWALI Nasional

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *