www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 10 Oktober 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa Fundamental Ekonomi Domestik Solid, Rupiah Menguat Tajam
BursaBURSA & KORPORASI

Fundamental Ekonomi Domestik Solid, Rupiah Menguat Tajam

RUPIAH MENGUAT: Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada perdagangan Jumat (12/8) menguat tajam
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat (12/8)  ditutup menguat tajam sebesar 98 poin ke posisi Rp14.668 per dolar AS dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di Rp14.766 per dolar AS. Pengutan ditopang fundamental ekonomi domestik yang solid.

Analis DCFX Futures, Lukman Leong mengatakan, penguatan rupiah terhadap dolar AS sangat spektakuter mengingat pelemah dolar AS tidak terlalu besar yang dipicu oleh data inflasi konsumen dan produsen AS yang lebih rendah dari perkiraan,

Menurut Lukman, penguatan rupiah tidak sedikit dipicu oleh sentimen positif pada rupiah itu sendiri dibalik data-data ekonomi domestik yang kuat seperti Produk Domestik Bruto (PDB), neraca perdagangan, dan penjualan ritel.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,44 persen pada triwulan II 2022 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy), menandakan pemulihan ekonomi terus berlanjut dan semakin menguat.

Secara kumulatif pertumbuhan ekonomi Indonesia semester I 2022 pun tercatat tumbuh 5,23 persen dibandingkan dengan paruh pertama tahun lalu.

Dari sisi neraca perdagangan, pada Juni 2022 Indonesia kembali mencetak surplus besar mencapai 5,09 miliar dolar AS dengan nilai ekspor 26,09 miliar dolar AS dan impor 21,00 miliar dolar AS. Surplus bulan Juni tersebut merupakan surplus 25 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

Sedangkan hasil Survei Penjualan Eceran (SPE) Bank Indonesia (BI) mengindikasikan kinerja penjualan eceran tumbuh meningkat secara tahunan, dengan IPR Juni 2022 tercatat sebesar 206,6, atau tumbuh 4,1 persen (yoy), meningkat dari pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 2,9 persen (yoy).

Selain itu, lanjut Lukman, pelaku pasar juga sedang mengantisipasi surplus besar kembali pada neraca perdagangan Indonesia yang akan dirilis pada awal pekan depan.

“Pasar juga mengharapkan Bank Indonesia akan segera menaikkan suku bunga acuan secepatnya pada pertemuan bulan depan. Hal ini juga membuat rupiah menjadi lebih menarik,” ujar Lukman.

Rupiah pada pagi hari dibuka menguat ke posisi Rp14.749 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.658 per dolar AS hingga Rp14.749 per dolar AS.

Sementara itu kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Jumat menguat ke posisi Rp14.688 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.799 per dolar AS./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

BURSA & KORPORASIKorporasi

BRI Life Raih Dua Penghargaan di Ajang The Best Contact Center Indonesia 2026

JAKARTA, Bisnistoday-PT Asuransi BRI Life (BRI Life) meraih dua penghargaan Silver dalam...

BURSA & KORPORASIKorporasi

Rayakan Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Life Hadirkan Apresiasi dan Layanan Kepada Nasabah

JAKARTA, Bisnistoday - Memperingati Hari Pelanggan Nasional 2026, Asuransi BRI Life kembali...

Samuel Sekuritas
BursaHEADLINE NEWS

Samuel Sekuritas : Pemulihan Pasar Saham Bergantung Isu Nilai Tukar Rupiah dan Besaran Bunga

JAKARTA, Bisnistoday – Investor sampai saat ini masih mempertanyakan mengenai kapan Indeks...

GEDUNG BEI
Bursa

IHSG Kembali Menguat, Asing Kembali Akumulasi Saham Bank Besar

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia melihat penguatan Indeks Harga...