JAKARTA, Bisnistoday- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan menjelang akhir pekan, Jumat (12/8) ditutup melemah 31,11 poin ke posisi 7.129,28. Sementara indeks LQ45 turun 6,29 poin ke posisi 1.012,04. Turunnya harga saham sektor teknologi menjadi penyebab utama.
Tim Riset Phillip Sekuritas dalam ulasannya, Jumat (12/8) menyebutkan pada perdagangan hari ini indeks saham di bursa Asia ditutup dengan kecenderungan naik. Reaksi investor mengenai seberapa agresif bank sentra AS, Federal Reserve (The Fed) yang akan menaikkan suku bunga acuannnya untuk menjinakkan inflasi terbelah dua.
Serangkaian komentar dari pejabat The Fed memperlemah ekspektasi bahwa bank sentral akan melanjutkan pengetatan kebijakan moneter secara perlahan-lahan.
Presiden The Fed di San Francisco Mary Daly mengatakan bahwa meskipun kenaikan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin bulan depan adalah sesuatu yang masuk akal, pihaknya masih membuka peluang untuk kenaikan suku bunga yang lebih besar lagi jika memang diperlukan.
Presiden Federal Reserve di Chicago Charles Evans mengatakan pihaknya yakin The Fed perlu menaikkan suku bunga acuan ke kisaran 3,25 persen – 3,5 persen tahun ini dan 3,75 persen – 4 persen tahun depan, sejalan dengan sinyal yang di berikan Gubernur The Federal Reserve Jerome Powell pada pertemuan kebijakan Juli lalu.
Lebih lanjut Presiden Federal Reserve Bank di Minneapolis Neel Kashkari mengatakan dia belum melihat sesuatu yang dapat mengubah kebutuhan The Fed dalam menaikkan suku bunga acuan menjadi 3,9 persen hingga akhir tahun ini dan 4,4 persen pada akhir 2023.
Dibuka melemah, IHSG menghabiskan waktu di zona merah pada sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih tak mampu beranjak dari teritori negatif hingga penutupan bursa saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, empat sektor meningkat dengan sektor infrastruktur naik paling tinggi 0,64 persen, diikuti sektor barang konsumen non primer dan sektor properti & real estat masing-masing naik 0,43 persen.
Sedangkan tujuh sektor terkoreksi dengan sektor teknologi turun paling dalam 2,09 persen, diikuti sektor transportasi & logistik dan sektor keuangan masing-masing turun 0,97 persen dan 0,73 persen.
Sepanjang hari ini saham-saham LQ45 yang mendominasi penguatan yaitu KLBF, ADRO, BUKA, TBIG, SMGR. Sedangkan saham-saham LQ45 yang mendominasi pelemahan yakni GOTO, EMTK, ARTO, BBRI, BBCA.
Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi beli saham oleh investor asing di seluruh pasar yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau net foreign buy di seluruh pasar sebesar Rp761,5 miliar. Sedangkan di pasar reguler tercatat aksi beli asing dengan jumlah beli bersih Rp631,67 miliar.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.254.787 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 29,76 miliar lembar saham senilai Rp12,52 triliun. Sebanyak 262 saham naik, 253 saham menurun, dan 174 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei menguat 727,65 poin atau 2,62 persen ke 28.546,98, Indeks Hang Seng naik 93,19 poin atau 0,46 persen ke 20.175,62, dan Indeks Straits Times terkoreksi 32,69 poin atau 0,99 persen ke 3.269,27./


















![Polisi antihuru-hara berhadapan dengan siswa SMA saat unjuk rasa di Paris [Yves Herman/Reuters]](https://bisnistoday.co.id/wp-content/uploads/2026/10/Pelajar-prancis-680x533.jpg)






















