www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 10 Oktober 2026
Home NASIONAL & POLITIK Nasional Ginjal Akut Bukti Rapuhnya Sistem Perlindungan Kesehatan 
NasionalNASIONAL & POLITIK

Ginjal Akut Bukti Rapuhnya Sistem Perlindungan Kesehatan 

GELORA TALKS : Siti Fadilah Supari, dalam Gelora Talks bertajuk : Gagal Ginjal Akut Mengkhawatirkan Negeri, Bisakah Dihentikan? Secara daring di Jakarta, Rabu (26/10).
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Munculnya kasus gagal ginjal akut di berbagai wilayah merupakan bukti dari rapuhnya sistem ketahanan kesehatan di Indonesia. Apabila sistem perlindungan bekerja dengan optimal, kasus ginjal akut yang menakutkan ini, tidak semestinya menjadi tragedi menewaskan ratusan anak balita.

Menurut Siti Fadilah Supari, Menteri Kesehatan Republik Indonesia (2004- 2009), masuknya kasus gagal ginjal akut ini merupakan kebobolan sebuah sistem pertahanan kesehatan. Zaman serba digital ini tidak sadar bahwa biologis merupakan ajang pertempuran dengan berbagai kepentingan. Inipun diduga bisa terjadi perang biologis sudah terbuka dan terbebas dari aturan. 

“Kenapa nggak curiga, baru muncul kasus ginjal akut kok obatnya sudah ada, dan baru didatangkan tiba-tiba dari Singapura. Padahal untuk menemukan obatnya saja, butuh penelitian panjang,” cetus Siti Fadilah Supari, dalam Gelora Talks  bertajuk : Gagal Ginjal Akut Mengkhawatirkan Negeri, Bisakah Dihentikan? Secara daring di Jakarta, Rabu (26/10). 

Menurut Siti Fadilah, sistem perlindungan kesehatan terlihat rapuh. BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) juga sebelumnya cukup berdaya dengan didukung laboratorium yang baik dan sekarang malah ditarik ke Kemenkes.“Perkembangan sekarang makin liberal, bagaimana ini sistem ketatanegaraan,” tuturnya. 

Menurut Fadilah, kasus gagal ginjal akut di Indonesia terus membubung tinggi. Hal ini ditegarai adanya zat pencemaran Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) sebagai campuran obat sirup seperti obat batuk atau alergi. “Pekembangan sudah kematian hingga 5 kali lipat. Terus tuduhan obat sirup, seolah-olah menghakimi, padahal belum tentu. Kumpulkan para ahli diajak bicara, kemungkinan apa saja?” tutur Fadilah.

Beberapa Penyebab

Siti mengakui, kasus gagal ginjal akut bisa disebabkan berbagai faktor. Pertama, memang ksus tercemar zat ED dan DEG sebagai campuran pelarut obat sirup. Bisa juga, kedua, akibat infeksi dari bakteri atau virus. Hal ketiga, terkait kasus long Covid-19 perpanjangan. Selain itu, bisa jadi keempat, terkait hubungan dengan vaksin Covid 19 atau booster yang telah disuntik massal. 

“Bisa saja, pengaruhnya tidak langsung misalnya terjadi dari ibunya yang disuntik booster atau jadi perantara,” ujarnya. 

Terlepas dari hal tersebut, Fadilah mendeteksi adanya kejanggalan. BPOM telah menyetop peredaran obat yang ditengarai penyebab kasus gagal ginjal. BPOM telah menyetop semua penjualan obat sirup. Semestinya, kadar diatas 0,1% EG dan DEG ini yang distop bukan semuanya. “Sekarang ini, kewenangan BPOM juga sudah dilucuti. BPOM seolah hanya regitrasi saja. Baru kalau ada persoalan, mulai diteliti,” tegasnya. 

Kasus Berbeda Ginjal Akut

Siti Nadia Tarmizi, Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Kesehatan RI menuturkan, pemerintah telah melakukan antisipasi sejak awal. Hanya saja, kasus gagal ginjal akut ini berbeda kasus dengan sebelumnya. “Kasus pada anak ketika dilakukan bersih darah, langsung turun 30% perbaikanya. Nah sekarang, meski dilakukan hal yang sama tidak banyak pengaruhnya. Tidak ada gejala khas, kita terus lakukan penelitian,” ujarnya. 

Begitupun, menurut Nadia, obatnya ada kesamaan dengan yang terjadi di negara Gambia. Karenanya, dihentikan terlebih dahulu perederannya dan mencari penyebab-penyebabnya. “Kemenkes telah tingkatkan kewaspadaan, lakukan standarisasi serta pembatasan penggunaan obat sirup,” terangnya. 

Mengenai keterkaitan kasus gagal ginjal dengan Long Covid, menurut Nadia, tidak ada petunjuk pasti. Sekarang masih ditentukan apakah penyebab utamanya.”Mengenai vaksin dan long Covid-19 belum ada kosistensinya,” tuturnya./ 

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Nasional

Wamenaker Minta Mahasiswa Bangun Kompetensi, Tak Sekadar Kejar IPK

MAGELANG, Bisnistoday.co.id — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor meminta mahasiswa tidak...

KAPAL Tenggelam
Nasional

Pencarian ABK Hilang Terus Digencarkan Pasca tenggelamnya MV Khatulistiwa 8 di Perairan Tuban

TUBAN, Bisnistoday.co.id - Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan menyampaikan  laporan terkait...

Nasional

Alun-alun Bandung Bakal Ditata Jadi Kawasan Sejarah Terpadu

BANDUNG, Bisnistoday.co.id — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mulai merancang penataan Alun-alun Bandung...

Sekjen APKLI MP
Nasional

Sekjend Apkli Saiful Chaniago Optimis Kepemimpinan Presiden Prabowo Mampu Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi Lewat Ekonomi Kerakyatan

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Sekretaris Jenderal DPP APKLI Merah Putih, Saiful Chaniago, menyatakan...