JAKARTA, Bisnistoday- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (28/3) ditutup menguat 51,40 poin. Sementara indeks LQ45 naik 6,20 poin ke posisi 935,3. Kenaikan mengkuti penguatan bursa saham kawasan Asia dan global.
Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana mengatakan, penguatan IHSG hari ini sejalan dengan pergerakan bursa global dan regional Asia yang bergerak menguat, di sisi lain harga komoditas dunia seperti batu bara juga mendukung penguatan IHSG dan sektor energi.
Kendati demkian, lanjut Herditya, para pelaku pasar masih mencermati perkembangan penanganan krisis likuiditas perbankan di Amerika Serikat (AS) yang mulai merambah ke Eropa.
Terdapat kekhawatiran pasar terhadap kesehatan perbankan di Eropa, yang sebelumnya juga terjadi di AS, merespon masalah Deutsche Bank menyusul lonjakan biaya credit default swap atau sejenis asuransi untuk pemegang obligasi perusahaan.
Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih nyaman bergerak di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor menguat dipimpin sektor teknologi yang naik 4,49 persen, diikuti sektor energi dan sektor barang konsumen non primer yang masing-masing naik 2,49 persen dan 1,65 persen. Sedangkan, satu sektor melemah yaitu sektor keuangan sebesar 0,39 persen.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu CHEM, FILM, SAGE, BUKA, dan TRIN. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni OILS, AMAN, WMPP, LAJU dan UFOE.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.365.884 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 23,15 miliar lembar saham senilai Rp8,79 triliun. Sebanyak 332 saham naik, 201 saham menurun, dan 191 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 41,40 poin atau 0,15 persen ke 27.518,3, indeks Hang Seng naik 216,96 poin atau 1,11 persen ke 19.784,6, indeks Shanghai melemah 6,02 poin atau 0,19 persen ke 3.254,2, dan indeks Strait Times menguat 15,23 poin atau 0,47 persen ke 3.254,2.
Rupiah Menguat
Sementara itu, nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta menguat 78 poin ke posisi Rp15.085 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.163 per dolar AS. Penguatan seiring meredanya kekhawatiran krisis perbankan.
Analis Bank Woori, Saudara Rully Nova menuturkan kekhawatiran krisis perbankan mereda setelah langkah-langkah yang diambil oleh Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed dan Pemerintah AS serta pengambilalihan aset-aset bank yang ditutup oleh beberapa bank-bank sehat.
Ia mengatakan The Fed menghentikan kebijakan yang hawkish dan diperkirakan hanya akan menaikkan suku bunga satu kali 25 basis poin (bps) sampai dengan akhir tahun ini sementara Pemerintah AS menjamin simpanan dana masyarakat pada bank-bank yang ditutup.
Bank regional AS, First Citizens BancShares, Inc. mengumumkan pada Senin (27/3) bahwa anak perusahaannya First-Citizens Bank & Trust Company mengadakan perjanjian dengan Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC) untuk membeli semua pinjaman dan menanggung semua simpanan pelanggan dari Silicon Valley Bank yang gagal.
First Citizens Bank akan membeli aset senilai 110 miliar dolar AS dari Silicon Valley Bridge Bank, N.A., yang didirikan oleh FDIC setelah keruntuhan Silicon Valley Bank pada 10 Maret, menurut First Citizens BancShares.
Sementara itu, First Citizens Bank akan menanggung 93,63 miliar dolar AS kewajiban dari Silicon Valley Bridge Bank, N.A. termasuk 56,49 miliar dolar AS simpanan, 34,6 miliar dolar AS pinjaman, dan 2,54 miliar dolar AS kewajiban lainnya.
Silicon Valley Bridge Bank memiliki total aset sekitar 167 miliar dolar AS dan total simpanan sekitar 119 miliar dolar AS per 10 Maret, ketika Silicon Valley Bank ditutup oleh Departemen Perlindungan Keuangan dan Inovasi California dan berada di bawah kurator FDIC.
Rupiah pada pagi hari dibuka naik ke posisi Rp15.116 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp15.069 per dolar AS hingga Rp15.119 per dolar AS.
Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Selasa menguat ke posisi Rp15.088 per dolar AS dibandingkan posisi sebelumnya Rp15.174 per dolar AS./
















![Polisi antihuru-hara berhadapan dengan siswa SMA saat unjuk rasa di Paris [Yves Herman/Reuters]](https://bisnistoday.co.id/wp-content/uploads/2026/10/Pelajar-prancis-680x533.jpg)
























