Press "Enter" to skip to content

IHSG dan Rupiah pada Akhir Pekan Kembali Menguat

IHSG dan rupiah pada perdagangan Jumat (21/1) ditutup menguat
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Berlanjutkan kenaikan beberapa harga komoditas seperti CPO, nikel, timah dan batu bara mendorong penguatan kembali indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan, Jumat (21/1).

IHSG ditutup menguat 99,5 poin ke posisi 6.726,37. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 16,42 poin ke posisi 959,76.

“Katalis positif bagi IHSG hari ini adalah berlanjutnya kenaikan beberapa harga komoditas seperti CPO, nikel, timah, dan batu bara,” tulis Tim Riset Indo Premier Sekuritas dalam ulasannya di Jakarta, Jumat (21/1).

Dibuka melemah, IHSG tak lama menguat dan terus bergerak di zona hijau hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih nyaman berada di teritori positif sampai penutupan bursa saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, seluruh sektor meningkat dengan sektor barang baku naik paling tinggi yaitu 1,96 persen, diikuti sektor energi dan sektor teknologi masing-masing naik 1,92 persen dan 1,41 persen.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi beli saham oleh investor asing di seluruh pasar yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau net foreign buy di seluruh pasar sebesar Rp969,91 miliar. Sedangkan di pasar reguler tercatat aksi beli asing dengan jumlah beli bersih Rp978,23 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.213.615 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 18,55 miliar lembar saham senilai Rp11,54 triliun. Sebanyak 257 saham naik, 253 saham menurun, dan 167 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei melemah 250,67 poin atau 0,9 persen ke 27.522,26, Indeks Hang Seng naik 13,2 poin atau 0,05 persen ke 24.965,55, dan Indeks Straits Times meningkat 0,04 ke 3.294,86.

Rupiah Kembali Menguat

Sementara itu, kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta ditutup menguat di tengah pengamatan investor soal kenaikan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (Fed).

Rupiah sore ditutup menguat 5 poin atau 0,03 persen ke posisi Rp14.336 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.341 per dolar AS.

“Dolar turun pada Jumat karena kekhawatiran bahwa inflasi akan tetap tinggi dan bahwa The Fed akan memperketat kebijakan moneternya,” kata analis sekaligus Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Jumat.

Pelaku pasar masih berekspektasi bahwa The Fed akan mengetatkan kebijakan moneter lebih cepat dari yang diantisipasi. The Fed akan mengadakan pertemuan kebijakan dua hari untuk menjatuhkan keputusan kebijakan pada pekan depan. Investor akan mencari petunjuk tentang jadwal bank sentral untuk kenaikan suku bunga dan pengurangan aset./

Comments are closed.