www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 10 Oktober 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa IHSG Kembali Melemah Dipicu Naiknya Inflasi Domestik pada September
BursaBURSA & KORPORASI

IHSG Kembali Melemah Dipicu Naiknya Inflasi Domestik pada September

IHSG melemah
IHSG pada perdagangan akhir pekan, Jumat (02/08) ditutup melemah
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Meningkatkan laju inflasi domestik pada September menjadi sebersar 5,95 persen mejadi sentimen negatif perdagangan saham pada awal pekan, Senin (3/10). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali anjlok sebesar 31,08 poin ke posisi 7.009,72, sementara indeks LQ45 turun 5,1 poin ke posisi 1.006,37.

Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam ulasannya, Senin (3/10) menyebutkan, pergerakan IHSG hari ini dipengaruhi oleh rilis tingkat inflasi tahunan pada September yang kembali mengalami peningkatan menjadi 5,95 persen. Inflasi bulanan pun kembali mengalami kenaikan setelah terjadi deflasi pada bulan lalu. Sementara, inflasi inti terus bergerak naik sebesar 3,21 persen.

Memang dampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) sudah mulai terasa melalui inflasi. Terlebih, kenaikan BBM tersebut ikut menggerakkan harga pangan dan bahan baku lainnya menjadi meningkat.

Pada saat yang sama, OPEC+ yang mempertimbangkan pemangkasan produksi lebih dari 1 juta barel per hari yang membuat kondisi pasokan minyak semakin tercekik hingga kembali meningkatkan harga minyak mentah dunia.

Di sisi lain, katalis positif yang berasal dari indeks manufaktur PMI yang masih terus ekspansif yaitu naik menjadi 53,7 poin dari sebelumnya 51,7 poin, belum juga mampu mendorong kenaikan IHSG.

Dibuka melemah, IHSG mayoritas menghabiskan waktu di zona merah hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih tak mampu beranjak dari teritori negatif sampai penutupan bursa saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, enam sektor terkoreksi dengan sektor kesehatan paling dalam 2,58 persen, diikuti sektor keuangan dan sektor barang baku masing-masing turun 0,73 persen dan 0,71 persen.

Sedangkan lima sektor meningkat dengan sektor perindustrian naik paling tinggi yaitu 1,01 persen, diikuti sektor energi dan sektor barang konsumen primer masing-masing naik 0,67 persen dan 0,45 persen.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu BKDP, PANI, FIRE, AISA, dan PCAR. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni PSKT, RAFI, COAL, SLIS, dan BAPA.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.210.215 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 20,37 miliar lembar saham senilai Rp10,77 triliun. Sebanyak 252 saham naik, 281 saham menurun, dan 171 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei menguat 278,58 poin atau 1,07 persen ke 26.215,79, Indeks Hang Seng turun 143,32 poin atau 0,83 persen ke 17.079,51, dan Indeks Straits Times terkoreksi 18,2 poin atau 0,58 persen ke 3.112,04./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

BURSA & KORPORASIKorporasi

BRI Life Raih Dua Penghargaan di Ajang The Best Contact Center Indonesia 2026

JAKARTA, Bisnistoday-PT Asuransi BRI Life (BRI Life) meraih dua penghargaan Silver dalam...

BURSA & KORPORASIKorporasi

Rayakan Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Life Hadirkan Apresiasi dan Layanan Kepada Nasabah

JAKARTA, Bisnistoday - Memperingati Hari Pelanggan Nasional 2026, Asuransi BRI Life kembali...

Samuel Sekuritas
BursaHEADLINE NEWS

Samuel Sekuritas : Pemulihan Pasar Saham Bergantung Isu Nilai Tukar Rupiah dan Besaran Bunga

JAKARTA, Bisnistoday – Investor sampai saat ini masih mempertanyakan mengenai kapan Indeks...

GEDUNG BEI
Bursa

IHSG Kembali Menguat, Asing Kembali Akumulasi Saham Bank Besar

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia melihat penguatan Indeks Harga...