www.bisnistoday.co.id
Jumat , 16 Oktober 2026
Home EKONOMI INDEF Sarankan Beberapa Hal Untuk Perbaikan Ekonomi
EKONOMI

INDEF Sarankan Beberapa Hal Untuk Perbaikan Ekonomi

SARAN INDEF : Ilustrasi praktisi keuangan dalam membahas analisa ekonomi. INDEF menyarankan beberapa hal untuk perbaikan ekonomi.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menyarankan beberapa hal untuk perbaikan ekonomi nasional. Pemerintah diminta lebih fokus pencapaian pertumbuhan ekonomi serta mengantisipasi berbagai hal yang bisa berdampak buruk dari perekonomian global. 

Didalam keterangan kepada media, Direktur INDEF Tauhid Ahmad meminta pemerintah memperhatikan berbagai terutama dampak pandemic Covid-19. Meskipun tingkat vaksinasi sudah tinggi, pengendalian mobilitas penduduk dan implementasi prokes harus tetap dilakukan. 

“Karena vaksinasi tidak membuat kebal terhadap covid-19, tapi hanya menurunkan tingkat keparahan sehingga dapat menekan tingkat kematian. Pengendalian pandemi memiliki andil penting dalam pemulihan ekonomi,” dalam keteranganya. 

Di sisi lain, menurut Tauhid, konsumsi rumah tangga perlu terus dijaga dan sektor-sektor lain pertumbuhannya tinggi tetapi share-nya rendah terhadap PDB perlu diperhatikan agar kontribusinya dapat meningkat. Momentum peningkatan pertumbuhan ekspor perlu dijaga dan segera dilakukan perubahan secara struktural, jangan terlena oleh lonjakan harga komoditas utama Indonesia di pasar global. 

“Kebijakan fiskal harus fokus pada optimalisasi pemulihan ekonomi untuk memastikan akselerasi ekonomi terjadi di 2022,” terangnya. 

Kendati sejumlah indikator moneter tahun ini lebih kuat dibandingkan 2013 namun Indonesia perlu waspada terhadap dampak rencana kenaikan the fed fund rate. Indonesia pun harus mengantisipasi potensi lonjakan inflasi baik dari inflasi bahan makanan maupun inflasi dari impor (imported inflation). 

Terpenting, menurut Tauhid Ahmad, pemerintah harus melakukan mitigasi berbagai potensi risiko perekonomian global baik dari aspek kesehatan (pandemi), geopolitik yang memanas, maupun kebijakan moneter AS perlu dilakukan secara memadai, dengan memastikan kebijakan ekonomi pemerintah mampu meredam gejolak yang dapat terjadi./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Koperasi Pertanian Didorong Jadi Garda Terdepan Swasembada Pangan ASEAN

YOGYAKARTA, Bisnistoday.co.id—Koperasi pertanian berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat perekonomian...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kementerian UMKM Pimpin Satgas Implementasi Perpres Ojol

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Menyusul terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kemenkop Klarifikasi Soal Pembayaran Gaji ASN Lewat Koperasi

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi memberikan klarifikasi rencana pelibatan...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kementerian UMKM Hubungkan Startup Indonesia ke Pendanaan Global

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berkolaborasi dengan...