JAKARTA, Bisnistoday – PT Jasa Marga (Persero) Tbk sebagai pengelola jalan tol Jakarta -Cikampek, menyatakan kondisi CCTV yang terletak di area KM 50 mengalami gangguan pada saat terjadi bentrokan anggota Front Pembela Islam (FPI) dengan Kepolisian Polda Metro Jaya yang menewaskan 6 (enam) orang dari Anggota FPI pada Senin (7/12) dini hari.
“CCTV-nya tidak mengalami kerusakan. Jaringannya terganggu akibat fiber optic di median jalan yang terputus, sehingga harus diperbaiki,” ungkap Dwimawan Heru, Corporate Communication & Community Development Group Head, PT Jasa Marga (Persero) Tbk. dalam keterangan singkatnya melalui akun WA, di Jakarta, Senin (14/12).
Heru menyatakan, karena titik fiber optic yang terkendala di KM 48+600 tol Jakarta-Cikampek, maka mulai dari CCTV KM 49 hingga KM 72 semua offline. Meski begitu, CCTV lainnya sebelum KM 48+600, baik dari sisi tol atas maupun bawah tidak mengalami kendala. “CCTV lainnya sebelum 48+600, baik di Japek Bawah maupun Japek Elevated semua berfungsi normal,” tuturnya.
PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui anak usaha yang bergerak di bidang pengoperasian jalan tol, PT Jasamarga Tollroad Operator (JMTO) dalam keterangannya menjelaskan bahwa ada gangguan pada link jaringan backbone CCTV/Fibre Optic di Km 48+600 sejak hari Minggu (06/12) pukul 04.40 WIB.
Menurut Direktur Utama PT JMTO Raddy R. Lukman dalam keteranganya pada Selasa (8/12), gangguan di titik tersebut mengakibatkan jaringan CCTV mulai dari Km 49+000 (Karawang Barat) s.d Km 72+000 (Cikampek) menjadi offline/mati.
“Setelah mendapat laporan adanya gangguan CCTV offline, petugas di ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek melaporkan hal tersebut sejak hari Minggu (06/12) pada pukul 06.00 WIB kepada tim inspeksi untuk kemudian melakukan penyisiran mencari lokasi penyebab masalah tersebut,” terang Raddy.
Raddy menambahkan, karena kondisi saat itu hujan dan pertimbangan kondisi lalu lintas, perbaikan tidak dapat dilakukan sampai tuntas karena lokasi gangguan jaringan backbone tersebut berada di tengah median jalan.“Perbaikan baru dapat diselesaikan pada hari Senin (7/12) sekitar pukul 16.00 WIB,” tutur Raddy.


















![Polisi antihuru-hara berhadapan dengan siswa SMA saat unjuk rasa di Paris [Yves Herman/Reuters]](https://bisnistoday.co.id/wp-content/uploads/2026/10/Pelajar-prancis-680x533.jpg)



















