BANDUNG, Bisnistoday- Dalam memperingati Hari Dharma Karya Dhika (HDKD) ke-78 Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkumham) Jawa Barat (Jabar) menggelar Mobile Intellectual Property Clinic (MIC) di Kota Bandung Sabtu,(5/8).
Acara ini bertujuan untuk memberikan pemahaman lebih dalam mengenai
perlindungan hak kekayaan intelektual (HAKI) serta mendorong pengembangan potensi kreativitas di bidang tersebut.
“Acara ini berfokus pada para pemuda dan pelaku ekonomi kreatif di Jabar khususnya Kota Bandung untuk mendorong terciptanya lingkungan yang kreatif, inovatif dan berdaya saing,” kata Direktorat Jenderal Kekayaan
Intelektual Kementrian Hukum dan HAM, Min Ushien.
Menurut Min Ushien dengan mendaftarkan merek dagangan, para pelaku UMKM akan mendapatkan perlindungan hukum.Di samping perlindungan, tentunya ada nilai ekonomi yang didapatkan dengan nilai suatu ciptaan kreatif yang akan meningkat dan memiliki daya jual lebih tinggi. Sehingga bisa meningkatkan perekonomian, bahkan di daerahnya.
“Hingga saat ini sudah mulai banyak para pelaku UMKM yang sadar tentang pentingnya perlindungan hukum atas kekayaan intelektual. Tiap tahun semakin meningkat pelaku UMKM khususnya di Jabar kini gtercatat ada 36.671 kekayaan intelektual yang sudah didaftarkan di tahun 2022 , kita berharap ada peningkatan di tahun ini, minimal 17 persen,” terangnya.
Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM Jabar, Andi Taletting Langi mengatakan MIC adalah rangkaian kegiatan bertema kekayaan intelektual yang bertujuan untuk memberikan pemahaman lebih dalam mengenai perlindungan kekayaan intelektual serta mendorong pengembangan potensi
kreativitas di bidang tersebut.
Rangkaian acara MIC berjalan dengan lancar dan mendapat antusiasme yang luar biasa dari masyarakat Jabar, berikut adalah beberapa highlight dari acara Mobile Intellectual, property clinic. Live music menampilkan komunitas pengamen jalanan memberikan hiburan musik yang menyenangkan bagi pengunjung selama acara berlangsung. Penampilan khusus dari Duta Kekayaan Intelektual Jabar, Firman Siagian.
Lalu ada coaching clinic barista yang dipandu oleh Ucok, pemilik Daily Routine Coffee Shop yang tentu mendapat sambutan hangat dari para generasi muda yang tertarik dalam seni kopi.
Coaching Clinic Photography: Yosa Fiandra, seorang sotografer berpengalaman dan dosen Telkom University, memberikan pengenalan yang menarik tentang dunia fotografi kepada para peserta,khususnya anak muda Kota Bandung.
Coaching Clinic Gitar: Sesi Coaching Clinic Gitar bersama Balum, gitaris dari grup band Underground Alone at Last, berhasil menginspirasi dan memberikan wawasan baru bagi para pecinta musik dan gitar. Talkshow dan diskusi para narasumber dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual yang memberikan pandangan mendalam tentang perlindungan kekayaan intelektual dan pentingnya inovasi dalam pembangunan kreativitas di Jabar.(vian)










































