www.bisnistoday.co.id
Minggu , 27 September 2026
Home EKONOMI KemenkopUKM Kawal Program UMKM Agar Tepat Sasaran
EKONOMI

KemenkopUKM Kawal Program UMKM Agar Tepat Sasaran

kemenkopukm
Social Media

YOGYAKARTA, Bisnistoday – Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM, RS. Hanung Harimba Rachman menyatakan, pihaknya terus mengupayakan bantuan bagi pelaku usaha mikro bisa tepat sasaran berdasarkan data yang konkret dan akurat.

Hanung Harimba Rachman menghadiri acara Forum Konsultasi Penyaluran Bantuan PUM, di Yogyakarta, Kamis (10/9), yang dilaksanakan dalam rangka pemantapan koordinasi dan sinkronisasi pelaksanaan serta percepatan penyaluran program Bantuan Bagi Pelaku Usaha Mikro. Dari pertemuan ini diharapkan diperoleh data yang konkret mengenai jumlah pelaku usaha yang berhak menerima bantuan. 

“Selama ini kita memang kesulitan mendapatkan data yang riil. Oleh karenanya dari Forum Konsultasi ini bisa diperoleh data yang pasti, agar bantuan dari pemerintah tepat sasaran.”

Hanung Harimba Rachman

Selain itu, Hanung menambahkan, juga terbangun kesamaan visi dan misi pelaksanaan BPUM antara pusat dan daerah. Kemudian bisa terbangun sistem pengawasan pelaksanaan dan penyaluran dana bantuan agar tepat sasaran dan yang tidak kalah penting adanya pembinaan daerah kepada penerima bantuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan dana bantuan bagi Pelaku Usaha Mikro.

Ia berharap program BanPres Produktif Usaha Mikro ini tepat sasaran dan bermanfaat, sehingga peran UMKM dalam perekonomian nasional semakin kuat. “Untuk itu, saya harapkan dapat terbangun komunikasi dan kerjasama yang baik antara Komite Kebijakan Penyaluran BPUM Pusat dengan Pokja Penyaluran BPUM Daerah, ” ujarnya. 

Hanung menuturkan, saat ini bantuan telah disalurkan kepada 5,6 juta pelaku usaha mikro yang tersebar di 34 Provinsi dengan jumlah sebesar Rp 13,4 trilyun. “InsyaAllah sebelum akhir September sebanyak 9,16 juta pelaku usaha mikro akan menerima BanPres Produktif dengan total anggaran Rp 22 triliyun (sesuai DIPA), ” tuturnya. 

Diakuinya, pandemi Covid-19 telah berdampak luas dan dalam kepada warga dunia tidak terkecuali Indonesia, dimulai dari krisis kesehatan yang merambat ke krisis ekonomi. Oleh karena itu, kata dia, Presiden Joko Widodo sangat memberi perhatian pada sektor usaha mikro, yang sangat rentan karena terdampak pandemi ini.

Produksi Berkurang

Menurutnya, dampak pandemi Covid-19 kepada UMKM tidaklah seragam. Ada UMKM yang sedang menerima kredit bank maupun lembaga pembiayaan lainnya dan usahanya mengalami penurunan produksi maupun penjualan. “Terhadap mereka telah dialokasikan program restrukturisasi pinjaman dan pembebasan pajak,” katanya. 

Bagi UMKM yang sudah berkoperasi dan terdampak Covid-19, Hanung menambahkan, juga sudah diberikan alokasi anggaran untuk tambahan modal kerja kepada koperasi melalui LPDB Kemenkop-UKM.

Sementara itu, pelaku usaha mikro yang belum mengakses pembiayaan perbankan, bahkan tidak sedikit yang belum punya rekening di Bank, sebagaimana arahan Presiden Jokowi,  juga akan mendapatkan pembiayaan dalam bentuk hibah dan disebut BanPres Produktif Usaha Mikro.

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

EKONOMIEkonomi & Bisnis

KDKMP Akan Menjadi Agen dan Distributor Barang Bersubsidi

JAKARTA, Bisnistoday –Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) akan menjadi simpul distribusi barang...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

KemenUMKM Andalkan Lembaga Inkubator Bangun Ekosistem Kewirausahaan

SURABAYA, Bisnistoday–Kementerian UMKM mengandalkan lembaga inkubator sebagai ujung tombak memperkuat ekosistem kewirausahaan...

EKONOMI

Kejar Kemandirian Fiskal, Pemkot Bandung Targetkan PAD Tembus 60 Persen Pendapatan Daerah

BANDUNG, Bisnistoday - Pemerintah Kota Bandung menargetkan peningkatan kemandirian fiskal melalui optimalisasi...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

LPDB Koperasi Hadirkan Coaching Clinic Pembiayaan di Borobudur Expo 2026 

MAGELANG, Bisnistoday - Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi menghadirkan layanan Coaching...