JAKARTA, Bisnistoday- Keputusan Bank Indonesia (BI) merivisi proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun 2021 yang lebih rendah dari proyeksi sebelumnya menjadi salah satu sentimen negatif di pasar modal. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (20/4) terkoreksi 14,22 poin ke posisi 6.038,32. Sementara indeks LQ-45 turn 0,59 poin ke posisi 902,56.
Analis Pilarmas Investindo Sekuritas, Okie Ardhiastama mengatakan, pelaku pasar merespon negatif keputusan BI yang menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2021 dari 4,3 persen hingga 5,3 persen menjadi 4,1 persen hingga 5,1 persen.
“Saat ini pelaku pasar akan terfokus pada rilis kinerja emiten di kuartal satu yang diharapkan dapat menjadi trigger terhadap pemulihan ekonomi nasional,” kata dia di Jakarta, Selasa (20/4).
Pada perdagangan saham di BEI Selasa (20/4) delapan sektor meningkat dimana sektor kesehatan naik paling tinggi yaitu 0,95 persen, diikuti sektor transportasi & logistik dan sektor perindustrian masing-masing 0,59 persen dan 0,57 persen.
Sedangkan tiga sektor terkoreksi dimana sektor keuangan turun paling dalam yaitu minus 0,87 persen, diikuti sektor energi dan sektor teknologi masing-masing minus 0,85 persen dan minus 0,48 persen.
Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau net foreign sell sebesar Rp108,87 miliar.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 848.117 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 12,67 miliar lembar saham senilai Rp8,53 triliun. Sebanyak 225 saham naik, 259 saham menurun, dan 162 saham tidak bergerak nilainya./




