JAKARTA, BISNISTODAY – Thematic Fashion Runway & Graduation Famous Modeling School (FMS) Batch 2 yang digelar di Mall Cipinang Indah, Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu, (24/1/2026), menjadi wadah kolaborasi antara dunia pendidikan modeling, desainer lokal, dan agency talent dalam mendorong lahirnya talenta fashion yang profesional dan inklusif.
Acara ini menampilkan koleksi desainer lokal Masuli Isma dari brand Masuli Fashion bertajuk Celestique. Koleksi tersebut dikerjakan sejak akhir Oktober hingga Desember 2025 dan terinspirasi dari keindahan warna aurora di langit malam yang dipadukan dengan karakter wanita mandiri.
“Celestique saya ambil dari bahasa Prancis yang berarti keindahan. Koleksi ini terinspirasi dari warna aurora di langit malam serta sosok wanita mandiri. Setiap look diberi sentuhan warna aurora dengan siluet elegan dan edgy,” ujar Masuli saat ditemui di sela acara.
Masuli menjelaskan, koleksi ini mempresentasikan perayaan cahaya dan kekuatan perempuan modern yang berani tampil berbeda, berekspresi, serta percaya diri. Motif burung phoenix turut dihadirkan sebagai simbol kekuatan, harapan, dan kebangkitan, yang merepresentasikan semangat perempuan untuk menginspirasi lingkungan sekitarnya.
Perjalanan Masuli di dunia fashion dimulai sejak lulus dari SMK Tata Busana. Ia kemudian aktif mengikuti berbagai ajang lomba desain hingga menjadi semifinalis Indonesia Young Fashion Designer Competition dalam rangkaian Indonesia Fashion Week 2023.
“Setelah itu saya terus berkarya dengan menawarkan koleksi ke berbagai event show dan beauty pageant. Dari situ karya saya mulai dilihat dan diterima di berbagai panggung fashion,” katanya.
Menurut Masuli, peran model sangat krusial dalam membentuk karakter sebuah koleksi. Model tidak hanya menampilkan busana, tetapi juga mengekspresikan identitas dan makna di balik desain agar audiens dapat merasakan karakter koleksi tersebut.
Ia mengakui tantangan terbesar dalam proses penciptaan koleksi ini adalah manajemen waktu. “Tekanan pasti ada, tapi saya menjaga konsistensi dengan selalu mengingat tujuan awal berkarya dan dampak positif yang ingin disampaikan melalui desain,” ujarnya.
Founder Famous Modeling School (FMS), Indriani Safitri, menegaskan bahwa di era digital, model pemula dituntut mampu membangun personal branding secara mandiri.
“Model harus aktif membangun portofolio, terlibat dalam komunitas, dan terus meng-upgrade skill melalui event maupun kompetisi modeling agar siap bersaing secara profesional,” kata Indriani.
Ia menuturkan, FMS lahir dari pengalamannya merintis karier modeling dari nol tanpa bimbingan. Hal tersebut mendorongnya membangun lembaga pendidikan modeling yang tidak hanya mengajarkan teknik, tetapi juga membentuk attitude, kepercayaan diri, dan wawasan industri.
Sebagai pembeda, FMS membuka kelas khusus bagi penyandang disabilitas melalui program one day class dan pelatihan tematik. Program ini dirancang untuk membantu model difabel menggali potensi diri dan membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk berkarier di dunia modeling.
“Keterbatasan bukan halangan. Siapa pun bisa menjadi inspirasi selama ada kemauan untuk belajar,” ujar Indriani.
Konsep tematik runway menjadi ciri khas FMS dalam setiap penyelenggaraan event. Para model dibekali teknik catwalk runway agar mampu membedakan cara membawa busana elegan dan mengekspresikan karakter koleksi secara maksimal. Mall Cipinang Indah dipilih sebagai lokasi agar model dapat langsung melakukan trial dan latihan di ruang publik yang merepresentasikan kondisi panggung sebenarnya.
Dalam pelaksanaannya, tantangan teknis dan koordinasi tim menjadi dinamika tersendiri. Namun, menurut Indriani, profesionalisme dan kerja sama tim menjadi kunci agar seluruh rangkaian acara berjalan lancar.
Kolaborasi industri dalam acara ini turut diperkuat oleh kehadiran JTrans Management, agency yang berfokus pada pengembangan talent di ranah digital dan industri kreatif, khususnya endorsement, digital ads, dan KOL.
Perwakilan JTrans Management menjelaskan bahwa pendekatan mereka menitikberatkan pada penguatan personal branding sekaligus profesionalisme talent dalam memahami kebutuhan klien, mulai dari tahap brief hingga eksekusi konten.
“Kepercayaan klien kami bangun melalui konsistensi kualitas kerja dan pendekatan berbasis hasil. Kami memulai dari kolaborasi dengan brand skala kecil hingga menengah, lalu berkembang melalui rekomendasi dan portofolio kampanye,” ujarnya.
Hingga kini, JTrans Management telah bekerja sama dengan puluhan brand dari berbagai sektor, mulai dari kecantikan, fashion, F&B, UMKM, hingga brand nasional. Pendampingan dilakukan melalui evaluasi rutin, pembekalan etika kerja profesional, serta simulasi brief klien agar talent memahami alur kerja industri secara menyeluruh.
Melalui Thematic Fashion Runway & Graduation FMS Batch 2, seluruh pihak berharap dapat mendorong lahirnya model dan talenta kreatif yang tidak hanya berdaya saing di panggung lokal, tetapi juga siap menembus industri kreatif nasional dan digital. Acara ini menjadi simbol sinergi antara pendidikan, kreativitas, dan profesionalisme dalam membangun ekosistem fashion dan modeling yang inklusif dan berkelanjutan. (E2-KHAYLILA SAFITRI)



















![Noni Madueke mencetak gol kemenangan untuk Arsenal di City Ground [AFP]](https://bisnistoday.co.id/wp-content/uploads/2026/10/arsenal-680x533.jpg)



















