www.bisnistoday.co.id
Minggu , 15 Maret 2026
Home LIFESTYLE Rona & Film Musikal Perahu Kertas, Kisah Tentang Keberanian Menghidupkan Mimpi-Mimpi
Rona & Film

Musikal Perahu Kertas, Kisah Tentang Keberanian Menghidupkan Mimpi-Mimpi

Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Kisah Kugy dan Keenan, dua tokoh ikonis dari novel legendaris Perahu Kertas karya Dee Lestari akan segera hadir dalam format pertunjukan musikal.

Musikal Perahu Kertas akan membawa penonton kembali pada kisah Kugy dan Keenan, dua jiwa muda yang sama-sama lahir dengan darah seni. Kugy, yang sadar bahwa realita tak seindah itu, memilih untuk menciptakan dongeng sebagai zona nyamannya.

Sementara Keenan, pelukis muda yang jenius, hidup di bawah bayang ekspektasi ayahnya, mencari jalan untuk bebas mengekspresikan diri meskipun dunia menuntutnya menjadi orang lain.

Ketika keduanya bertemu di antara miliaran manusia, seolah semesta memberi jeda. Keduanya bertemu dalam perjalanan hidup yang penuh pilihan, mimpi, dan perasaan yang tidak selalu mudah diungkapkan. Tapi jauh di dalam hati, mereka percaya bahwa suatu hari nanti cerita dan karya mereka akan saling menemukan, seperti hati dan mimpi yang ditakdirkan untuk bertemu.

Alya Syahrani, yang memerankan Kugy, menyampaikan bahwa Musikal Perahu Kertas menjadi perjalanan artistik yang sangat personal. “Perahu Kertas memiliki kedekatan emosional tersendiri buatku, karena berbicara tentang mimpi dan pencarian jati diri. Melalui proses ini, aku kembali diingatkan pada alasan awal aku jatuh cinta pada seni panggung,” kata Alya di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Christoffer Nelwan yang berperan sebagai Remi bercerita bahwa, Remi adalah simbol ketulusan dan bentuk cinta yang berbeda terhadap Kugy. “Kehadirannya menjadi jalan bagi Kugy untuk benar-benar memahami perasaannya sendiri,” tuturnya.

Baca Juga : Festival Teater Indonesia 2025 Berlabuh Di Jakarta

Sementara itu, Marsha Lavinia yang memerankan Luhde menambahkan, Luhde memiliki peran penting dalam perjalanan Keenan. Luhde digambarkan sebagai sosok yang mendukung dan membantu Keenan menemukan kembali jalan menuju mimpi-mimpinya.

“Ini adalah panggung musikal pertamaku dan prosesnya sangat membuka wawasanku sebagai performer. Aku belajar menyatukan bernyanyi, berakting, dan bercerita melalui karakter dalam satu pertunjukan. Peran Luhde menjadi pengalaman yang sangat berharga dan membentuk langkah awalku di dunia musikal,” ujarnya.

Musikal Perahu Kertas melibatkan 38 orang pemeran dan 20 orang tim kreatif yang ikut menyemarakkan panggung dan menguatkan kisah dan pesan yang disampaikan oleh cerita ini. Keseluruhan proses produksi hingga kelancaran hari pertunjukan ini tak lepas dari tangan para produser pementasan ini, yaitu Billy Gamaliel, Eunike Elisaveta dan Chriskevin Adefrid.

“Musikal Perahu Kertas adalah bentuk komitmen kami dalam menghidupkan mimpi-mimpi di ekosistem seni pertunjukan. Lewat pertunjukan panjang, kami ingin memberi ruang bagi para pelaku seni untuk bertumbuh, sekaligus menegaskan bahwa seni pertunjukan layak terus hidup dan berkembang, serta menumbuhkan harapan baru bagi penonton untuk terus percaya dan bertumbuh bersama seni pertunjukan Indonesia,” ungkap Billy.

Dari sisi artistik, Musikal Perahu Kertas menghadirkan konsep panggung berputar dengan permainan layer dan transisi visual yang dinamis. Eunike Elisaveta menjelaskan, proses adaptasi cerita ke panggung musikal dilakukan dengan eksplorasi kreatif yang mendalam.

“Kami mempersiapkan seluruh pemain dan tim kreatif melalui proses latihan yang panjang dan terstruktur dengan konsep panggung yang dirancang agar penonton tetap terlibat dan mengikuti alur cerita dari awal hingga akhir,” imbuhnya

Chriskevin Adefrid menyoroti berbagai elemen artistik yang menjadi kekuatan pertunjukan ini. “Pertunjukan ini menggabungkan elemen kreatif dan visual, mulai dari set panggung yang dinamis, permainan tekstur dan warna melalui proyeksi visual, hingga karakter yang dihidupkan lewat puppetry, serta berbagai elemen kejutan lain yang memperkaya pengalaman menonton dan memperdalam makna cerita,” bebernya.

Musikal Perahu Kertas akan menampilkan 21 lagu yang memperkuat narasi, termasuk dua lagu yang telah dirilis di berbagai platform digital.

Untuk menjaga stamina dan kualitas penampilan selama rangkaian pertunjukan, tim produksi menerapkan sistem alternate cast pada empat jadwal pertunjukan, yaitu 3, 4, 10, dan 11 Februari 2026 pukul 19.30 WIB, serta menyiapkan swing performer dari Swargaloka.

Musikal Perahu Kertas akan dipentaskan pada 30 Januari hingga 15 Februari 2026 di Ciputra Artpreneur, Jakarta, dengan total 21 pertunjukan. Sebagai salah satu momen istimewa, penonton juga akan disuguhkan penampilan spesial dari Dee Lestari pada pertunjukan tanggal 30 dan 31 Januari 2026./

 

 

 

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

TRADE EXPO INDONESIA 2025

SOROTAN BISNISTODAY

Beritasatu Network

Related Articles

EDN
Rona & Film

Luna Maya dan Reza Rahadian Hidupkan Kembali Legenda Horor “Suzzanna”

JAKARTA, Bisnistoday —Film horor legendaris Indonesia kembali hadir melalui Suzzanna: Santet Dosa...

Rona & Film

Distribusi Royalti WAMI Periode I 2026 Mengalami Penurunan Drastis Akibat Transisi Regulasi Baru

JAKARTA, Bisnistoday,- Dunia musik tanah air tengah memasuki babak baru dalam tata...

Rona & Film

Transformasi Drastis Nirina Zubir Menjadi Lansia di Film Jangan Buang Ibu Berujung Isak Tangis


JAKARTA, Bisnistoday,- Aktris berbakat Nirina Zubir kembali menguji totalitasnya di industri layar...

Rona & Film

Na Willa, Hangatnya Kepolosan Dunia Anak Berlatar Surabaya 1960-an

JAKARTA, Bisnistoday — Rumah produksi Visinema Studios, yang sebelumnya meraih sukses lewat...