www.bisnistoday.co.id
Minggu , 11 Oktober 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa Kurs Rupiah Kembali Jatuh Meski BI Menaikkan Suku Bunga Acuan
BursaBURSA & KORPORASI

Kurs Rupiah Kembali Jatuh Meski BI Menaikkan Suku Bunga Acuan

rupiah melemah
RUPIAH MELEMAH: Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarabank di Jakarta pada Kamis (15/12) kembali ditutup melemah
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis (20/10) melemah 74 poin ke posisi Rp15.572 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sabelumnya yang berada di Rp15.498 per dolar AS. Pasar menilai keputusan Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin tak cukup, apalagi sebagai pre-emptive.

Seperti diketahu bahwa BI kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin (bps) dari 4,25 persen menjadi 4,75 persen, setelah pada bulan lalu turut meningkatkan bunga acuan dengan besaran yang sama.

Selain bunga acuan, bank sentral turut menaikkan suku bunga deposit facility dan lending facility masing-masing sebesar 50 bps menjadi 4 persen dan 5,5 persen.

BI menyebut keputusan itu sebagai langkah front loaded, pre-emptive, dan forward looking untuk menurunkan ekspektasi inflasi yang saat ini terlalu tinggi atau overshooting.

Selain itu keputusan tersebut untuk memastikan inflasi inti ke depan kembali ke dalam sasaran 2-4 persen lebih awal, yaitu ke paruh pertama 2023, serta memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah. Apalagi dolar AS mulai kembali menguat di tengah sentimen pasar yang kembali risk off oleh kekhawatiran resesi.

Pelaku pasar mengkhawatirkan kenaikan suku bunga bank sentral untuk menahan inflasi dapat mendorong ekonomi global mengalami kontraksi.

Sejumlah komentar hawkish dari pejabat bank sentral AS, Federal Reserve (Fed), mengguncang pasar minggu ini. Salah satunya komentar dari Presiden The Fed Minneapolis Neel Kashkari yang memperingatkan bahwa inflasi yang terlalu panas dapat memacu The Fed untuk menaikkan suku bunga acuan di atas 4,75 persen, level tertinggi sejak 2007.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp15.535 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp15.531 per dolar AS hingga Rp15.588 per dolar AS.

Sementara itu kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Kamis melemah ke posisi Rp15.579 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp15.491 per dolar AS./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

BURSA & KORPORASIKorporasi

BRI Life Raih Dua Penghargaan di Ajang The Best Contact Center Indonesia 2026

JAKARTA, Bisnistoday-PT Asuransi BRI Life (BRI Life) meraih dua penghargaan Silver dalam...

BURSA & KORPORASIKorporasi

Rayakan Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Life Hadirkan Apresiasi dan Layanan Kepada Nasabah

JAKARTA, Bisnistoday - Memperingati Hari Pelanggan Nasional 2026, Asuransi BRI Life kembali...

Samuel Sekuritas
BursaHEADLINE NEWS

Samuel Sekuritas : Pemulihan Pasar Saham Bergantung Isu Nilai Tukar Rupiah dan Besaran Bunga

JAKARTA, Bisnistoday – Investor sampai saat ini masih mempertanyakan mengenai kapan Indeks...

GEDUNG BEI
Bursa

IHSG Kembali Menguat, Asing Kembali Akumulasi Saham Bank Besar

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia melihat penguatan Indeks Harga...