JAKARTA, Bisnistoday- Keputusan Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin (bps) menjadi sentimen positif, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat tajam sebesar 120,24 poin. Sementara indeks LQ45 naik 19,61 poin ke posisi 993.68.
Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji mengatakan, pelaku pasar megapresiasi kebijakan Bank Indonesia dalam menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 bps dari 4,25 persen menjadi 4,75 persen.
Selain bunga acuan, bank sentral turut menaikkan suku bunga deposit facility dan lending facility masing-masing sebesar 50 bps menjadi 4 persen dan 5,5 persen.
“Para pelaku pasar juga berekspektasi bahwa kinerja emiten di kuartal III 2022 akan mengalami peningkatan yang lebih progresif khususnya sektor perbankan (BUKU IV) yang rata-rata berkapitalisasi besar sehingga memberikan booster terhadap IHSG,” ujar Nafan.
Dibuka melemah, IHSG tak lama langsung naik ke zona hijau dan bertahan hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah berada di teritori positif sampai penutupan bursa saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, seluruh sektor meningkat dengan sektor energi naik paling tinggi 2,84 persen, diikuti sektor barang konsumen primer dan sektor barang baku masing-masing naik 2,51 persen dan 1,41 persen.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu CAKK, SICO, COAL, BIPI, dan SQMI. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni BELL, SLIS, WINS, ACES, dan BANK.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.411.422 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 25 miliar lembar saham senilai Rp15,82 triliun. Sebanyak 350 saham naik, 196 saham menurun, dan 158 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei melemah 250,42 atau 0,92 persen ke 27.006,96, indeks Hang Seng turun 231,06 atau 1,4 persen ke 16.280,22, Indeks Shanghai terkoreksi 9,33 poin atau 0,31 persen ke 3.035,05, dan Indeks Straits Times melemah 4,71 poin atau 0,16 persen ke 3.018,09./








































