www.bisnistoday.co.id
Jumat , 9 Oktober 2026
Home NASIONAL & POLITIK Humaniora Mahasiswa UPI Kembangkan Netravest, Rompi Navigasi Cerdas Berbasis AI untuk Tunanetra
Humaniora

Mahasiswa UPI Kembangkan Netravest, Rompi Navigasi Cerdas Berbasis AI untuk Tunanetra

Social Media

BANDUNG, Bisnistoday – Lima mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mengembangkan Netravest, rompi navigasi cerdas berbasis kecerdasan artifisial (AI) yang dirancang membantu penyandang tunanetra mengenali objek dan kondisi lingkungan secara waktu nyata.

Perangkat wearable ini menggabungkan computer vision, sensor LiDAR, sensor fusion, bone conduction, serta sistem peringatan berbasis getaran. Netravest dikembangkan sebagai teknologi pendamping tongkat putih untuk mendukung mobilitas pengguna di ruang publik.

Tim Netravest terdiri atas Raden Farhan Rizki Septrian, Najwa Adistia Nisrina, Muhammad Fattan Al Farisi, Sulthan Ariq Haikal, dan Hanif Muzaffar Gunawan, dengan dosen pembimbing Muhammad Taufik Dwi Putra, S.Tr.Kom., M.T.I. Pengembangan dilakukan melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Karsa Cipta (PKM-KC) 2026.

Gagasan rompi navigasi tunanetra Netravest berangkat dari diskusi dan wawancara dengan penyandang tunanetra. Tim menemukan bahwa tongkat putih memiliki keterbatasan dalam mendeteksi sejumlah rintangan, terutama objek yang berada di atas jangkauan tongkat.

Netravest menggunakan algoritma deteksi objek YOLOv8n yang dikembangkan dengan lebih dari 30.000 dataset dan mencakup lebih dari 20 kelas objek. Kamera digunakan untuk mengenali rintangan, sementara LiDAR membantu mengukur jaraknya.

Kedua informasi tersebut dipadukan melalui sensor fusion. Dalam pengujian, sistem memberikan peringatan ketika objek berada sekitar 110–150 sentimeter dari pengguna. Sistem juga memiliki dukungan night vision untuk kondisi minim cahaya.

Audio Bone Conduction dan Fitur Pengenalan Uang

Informasi hasil deteksi disampaikan melalui teknologi bone conduction, sehingga pengguna tetap dapat mendengar suara lingkungan sekitar. Sistem juga memberikan peringatan melalui getaran.

Netravest dilengkapi fitur pengenalan nominal uang rupiah menggunakan kamera. Dalam pengujian, proses pengenalan dapat berlangsung sekitar 200 milidetik.

Selain itu, tersedia fitur SOS dan GPS yang terhubung dengan aplikasi pendamping. Sistem dapat mengirimkan lokasi terakhir pengguna serta informasi kondisi perangkat, termasuk baterai, kamera, GPS, dan sensor. Proses utama deteksi objek dapat dilakukan secara offline.

Saat ini, prototipe Netravest memiliki bobot sekitar 2 kilogram dan ditargetkan dapat dikurangi menjadi sekitar 1 kilogram melalui miniaturisasi komponen. Baterai dirancang bertahan hingga sekitar 8 jam.

Anggota Tim Netravest, Hanif Muzaffar Gunawan, mengatakan pengembangan masih terus dilakukan.

“Masih banyak potensi yang bisa dioptimalisasi lagi, mulai dari AI sampai ke hardware. Harapannya, ke depan perangkat ini bisa lebih ringkas dan lebih optimal.”

UPI berharap Netravest tidak berhenti sebagai prototipe, tetapi dapat terus dikembangkan melalui pengujian, perlindungan HKI, dan kemitraan industri sehingga berpotensi menjadi teknologi asistif bagi penyandang tunanetra di Indonesia.

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Anne Carson, peraih Nobel Sastra 2026 (Dok: Nobelprize.org)
HumanioraKawasan Global

Penyair asal Kanada Anne Carson Raih Nobel Sastra 2026

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Penulis puisi asal Kanada, Anne Carson meraih Nobel Sastra...

Talkshow IDAFLW 2026 (dok: Ist)
Humaniora

IDAFLW 2026: Mewujudkan Potensi Ekonomi, Sosial dan Lingkungan dalam Atasi Susut dan Sisa Pangan

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Peringatan International Day of Awareness of Food Loss and...

Mendikdasmen
Humaniora

Mendikdasmen Bersama Menko PMK Pantau Hasil Perbaikan Sekolah di SD Negeri Cirimekar 2 Kab.Bogor

KAB.BOGOR, Bisnistoday.co.id - Ruang kelas yang sebelumnya mengalami kerusakan kini telah diperbaiki,...

Humaniora

AYIMUN Presents Taruna Nusantara MUN Jadi Wadah 301 Pelajar Belajar Diplomasi

MAGELANG, Bisnistoday.co.id- Sebanyak 301 pelajar dari 31 provinsi di Indonesia mengikuti AYIMUN...