www.bisnistoday.co.id
Rabu , 4 November 2026
Home OPINI Gagasan Manusia Umbul-Umbul
GagasanOPINI

Manusia Umbul-Umbul

Social Media

Oleh : R Atmawijaya, Founder JARIIBU (Jalan Resolusi Indonesia Baru)

Dalam menggelar seremonial tradisi maupun modern saat ini, masyarakat Indonesia mengenal simbol-simbol perayaan dalam memeriahkan suasana. Salah satu yang paling sering dijumpai adalah umbu umbul sebagai bentuk adanya perayaan suatu kegiatan. Umbul-umbul sebagai representasi kegiatan biasanya bersimbolkan warna yang beraneka ragam. disertai dengan logo-logo.

Bentuknya yang digelar dengan tiang pancang (bambu, kayu dan besi) secara vertikal menjadikan sebuah kegiatan semarak dan meriah. Ketika terpancang di berbagai lokasi dengan jumlah puluhan hingga ratusan dan kemudian terpapar angin, maka umbul-umbul bergerak melambailambai seperti menyapa ke berbagai penjuru.

Bentuk umbul umbul jika dimaknai hanya sebagai representasi simbol, maka fungsi utamanya hanya sebagai penggembira. tidak lebih dan tidok kurang. Umbul-umbul hanya dipakai pada pra kegiatan dan pasca kegiatan yang periodisasinya pendek. Penggunaan umbu-umbul yang secara periodik sangat pendek, akhirnya tidok menjadi bagian utama dari sebuah kegiatan yang memerlukan keberlanjutan. Oleh karena itu kegiatan apapun yang memerlukan keseriusan, komitmen, serta profesionalitas tidaklah dapat direpresentasikan dari umbul-umbul.

Bahkan umbul-umbul sebagai simbol kemeriahan seperti memberi kesan kepalsuan, kesemuan dan kegembiraan sesaat. Akhirnya simbol umbul umbul tereduksi dalam mengakomodir kepentingan dan kemeriahan sesaat. Ketika umbul-umbul Selesai dimanfaatkan, akhirnya ditanggalkan dan tidak terfungsikan. Umbu-umbul adalah alat kemeriahan yang pragmatis dan simbolik yang akhirnya termarjinalkan untuk kepentingan euphoria semata.

Di Indonesia, representasi umbul umbul sebagai simbol perilaku karakter personal, kelompok, golongan, hingga organisasi banyaklah dijumpai. Hal ini banyak ditemukan di berbagai bidang seperti ekonomi, politik, sosial kebudayaan, hingga agama. Sepertinya terpola dalam arus pemikiran gaya umbu-umbul, yang hanya berpikir sesaot dan hanya sebagai penggembira.

Masalah yang paling hakiki dari pola bergerak ala simbol umbul umbul adalah sustainabilitas atau keberlanjutan. Banyak pihak yang berkinerja dengan gaya umbul umbul yang akhirnya terebak pada kepentingan sesaat. Kepentingan kepentingan prinsip yang harusnya diakomodir dalam standar baku kinerja profesionalitas menjadi tidak berialan sesuai keinginan. Dan akhirnya terhenti karena kemampuan kinerja yang sangat rendah.

Mayoritas manusia Indonesia ironinya banyak berperan dalam pola umbul- umbul. Mereka menjadi simbol simbol yang melambailambai dalam sesaat. namun ketika berproses menjadi terhenti karena tidak mampu menjalankannya. Manusia umbu-umbul adalah simbol yang dianalogikan seperti perangkat perangkat mati yang tidak tahu apa yang seharusnya dikerjakan. Akhirnya oleh segelintir manusia yang tidak bertanggung jawab. para manusia umbu-umbul digunakan untuk kepentingan-kepentingan manufer sesaat yang pragmatis dan tidak jelas arahnya.

Pola-pola manusia yang berkinerja seperti umbul-umbul adalah manusia yang telah mereduksi kemampuannya. Tuhan seperti dihinakan oleh manusia umbu- umbul yang berperan sangat tidak jelas dalam kehidupannya. Sosok manusia umbu umbul sangat tidak bisa diharapkan untuk berkontribusi secara paripurna dalam menjalankan fungsi manusia dalam mengelola dunia dan seisinya. Otoritas dan kewenangannya penuh kepalsuan sehingga hasil akhirnya tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Rusaknya negeri ini karena kiprah manusia umbulumbul yang tidak mempunyai integritas dalam kemampuan. Indonesia tidak mungkin menjadi luar biasa jika kiprah manusia umbul-umbul masih menunjukkan perannya. Tiada pilihan lain kecuali menaikkan kapasitas kesadaran manusia umbul-umbul agar berperan serta lebih maksimal dalam menjalankan kinerjanya. Kesadaran untuk menjalankan peran secara utuh hingga akhir dan mencapai kesuksesan adalah pilihan satu-satunya. Menghayati peran manusia secara utuh dalam memanifestasikan keinginan Tuhan adalah pekerjaan besar manusia umbul- umbul untuk melakukan perubahan besar dalam dirinya.//

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Kaesang Pangarep
Gagasan

Prabowo di Persimpangan Konstitusi dan Politik : Gibran, Jokowi dan Potensi Retaknya Dukungan Partai

JAKARTA, Bisnistoday.co.id- Kasus Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memasuki babak politik yang...

IHSG Anjlok
Gagasan

Pasar Modal Bisa Runtuh Ketika Kepercayaan Punah

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Pasar modal bukan sekadar tempat bertemunya penjual dan pembeli...

OJOL beroperasi di jalan raya.
Gagasan

Dilema Sepeda Motor: Antara Perjuangan Hidup dan Ancaman Keselamatan

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Setiap pagi, jutaan sepeda motor menyerbu jalanan Indonesia. Di balik...

SUMUR MIGAS
Gagasan

Hulu Migas Nasional di Persimpangan: Produksi Bertahan, Investasi dan Perizinan Jadi Ujian

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Ditengah meningkatnya ketegangan geopolitik Timur Tengah yang berpotensi mengguncang harga...