www.bisnistoday.co.id
Rabu , 14 Oktober 2026
Home NASIONAL & POLITIK Humaniora Mendikdasmen Terima Penghargaan TOP GPR Award 2026 atas Penguatan Komunikasi Publik
Humaniora

Mendikdasmen Terima Penghargaan TOP GPR Award 2026 atas Penguatan Komunikasi Publik

Mendikdasmen
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menerima penghargaan kategori TOP Digital Education Innovation Figure 2026 dalam ajang 6th TOP GPR Award 2026 di Jakarta, Selasa (13/10)./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday.co.id- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menerima penghargaan kategori TOP Digital Education Innovation Figure 2026 dalam ajang 6th TOP GPR Award 2026 di Jakarta, Selasa (13/10). Penghargaan tersebut menjadi momentum untuk menegaskan pentingnya inovasi digital pendidikan yang didukung komunikasi publik yang responsif, akuntabel, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Government Public Relations (GPR) Award merupakan praktik komunikasi publik pemerintah untuk menyampaikan informasi, menjelaskan kebijakan, serta membangun hubungan dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah. Melalui TOP GPR Award 2026, GPR Institute mendokumentasikan berbagai praktik, inovasi, dan capaian komunikasi publik instansi pemerintah sebagai referensi bagi pengembangan kehumasan pemerintah.

Dalam sambutannya, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyampaikan apresiasi kepada GPR Institute atas penghargaan yang diberikan kepada Kemendikdasmen. Ia mengatakan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja sama dan upaya bersama yang dibangun di lingkungan kementerian.

“Terima kasih kepada Prof. Widodo Muktiyo dan Bapak Tri Raharjo serta seluruh jajaran GPR Institute atas penghargaan yang diberikan kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Penghargaan ini merupakan capaian yang diperoleh dari kebersamaan serta kerja sama yang selama ini dibangun dalam Kemendikdasmen,” ucap Mendikdasmen.

Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa Kemendikdasmen menerapkan budaya kerja RAMAH, yaitu Responsif, Akuntabel, Melayani, Adaptif, dan Harmonis. Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai saluran layanan untuk merespons informasi, pertanyaan, dan keluhan masyarakat, termasuk Unit Layanan Terpadu (ULT) yang menyediakan layanan selama 24 jam dan tujuh hari dalam sepekan. Ia juga memperkenalkan prinsip SIMI, yaitu Sosialisasi, Informasi, Mitigasi, dan Intervensi, sebagai bagian dari upaya memberikan informasi yang benar dan akurat kepada masyarakat.

Selain ULT, Kemendikdasmen mengembangkan Rumah Pendidikan sebagai platform digital yang mengintegrasikan berbagai layanan dan sumber belajar untuk mendukung proses pembelajaran. Inovasi ini mendapat pengakuan internasional setelah meraih predikat Winner atau juara pertama kategori e-Government dalam ajang World Summit on the Information Society (WSIS) Prizes 2026 yang diselenggarakan oleh International Telecommunication Union (ITU), badan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Ia juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto turut mengapresiasi Rumah Pendidikan sebagai bagian dari transformasi digital pendidikan Indonesia. Penghargaan tersebut memperkuat upaya Kemendikdasmen dalam menghadirkan inovasi digital yang memperluas akses terhadap layanan pendidikan dan sumber belajar.

Sementara itu, Founder GPR Institute, Widodo Muktiyo, menegaskan bahwa komunikasi memiliki peran mendasar dalam kehidupan berbangsa. Menurutnya, perkembangan teknologi telah menghadirkan tantangan baru bagi komunikasi publik, mulai dari misinformasi, disinformasi, hingga penyebaran konten manipulatif berbasis AI. “Persoalan komunikasi adalah persoalan yang menjadi oksigen bangsa,” ujar Widodo.

Ia menjelaskan bahwa humas pemerintah tidak cukup hanya menyampaikan informasi, tetapi juga perlu mampu mendeteksi isu sebelum berkembang menjadi krisis, memverifikasi informasi, menangani disinformasi, serta menyampaikan kebijakan secara jelas dan konsisten.

Widodo juga menekankan pentingnya mendengarkan masyarakat sebagai bagian dari komunikasi publik. Menurutnya, pemerintah perlu memahami perubahan perilaku dan persepsi masyarakat, sekaligus memanfaatkan data untuk mengevaluasi berbagai fenomena. AI dapat menjadi alat bantu dalam pekerjaan komunikasi, tetapi kreativitas, penilaian, dan tanggung jawab manusia tetap diperlukan.

Harapannya melalui 6th TOP GPR Award 2026, penguatan kompetensi humas pemerintah diharapkan dapat terus didorong agar komunikasi kebijakan menjadi lebih akurat, responsif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Di tengah perkembangan AI dan derasnya arus informasi digital, komunikasi publik yang beretika dan dapat dipercaya menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Mendikdasmen
Humaniora

Mendikdasmen: Pendidikan adalah Kekuatan untuk Membangun Bangsa dan Menyiapkan Generasi Emas

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan...

MENDIKDASMEN Abdul Mu'ti.
Humaniora

Mendikdasmen: Pengawas Sekolah Berperan Penting dalam Peningkatan Mutu Pendidikan

SURABAYA, Bisnistoday.co.id - Pengawas sekolah memiliki peran penting dalam memastikan kebijakan pendidikan...

Humaniora

SPEKIX 2026 : Gerakan Menuju Indonesia Ramah Neurodiversitas 

JAKARTA, Bisnistoday.co.id- SPEKIX (Neurodiversity Expo) 2026 resmi dibuka di JICC Senayan pada...

Humaniora

Bahasa Jawa Harus Tetap Hidup, Kemendikdasmen Libatkan 490 Siswa di FTBI Jawa Tengah

KAB. SEMARANG, Bisniatoday.co.id- Bahasa ibu akan tetap hidup jika generasi muda terus...