www.bisnistoday.co.id
Minggu , 11 Oktober 2026
Home NASIONAL & POLITIK Nasional Menhub Dudy: Penutupan Bandara Terdampak Abu Vulkanik Diperpanjang Hingga Pukul 23.59 WIB
Nasional

Menhub Dudy: Penutupan Bandara Terdampak Abu Vulkanik Diperpanjang Hingga Pukul 23.59 WIB

Bandara Soeta
SUASANA lobby bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Senin (7/9)./
Social Media

TANGERANG, Bisnistoday – Penutupan operasional tujuh bandara terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau kembali diperpanjang hingga Senin (7/9) pukul 23.59 WIB. Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyatakan, penutupan ini dilakukan sebagai langkah konservatif untuk memastikan keselamatan penerbangan.

“Kenapa kami bersikap konservatif, karena sebagaimana kita ketahui arah angin sangat dinamis. Kita ingin memastikan betul bahwa debu vulkanik ini menjauh dari lokasi bandara yang ada di sekitar Gunung Anak Krakatau,” tutur Menhub Dudy di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin (7/9) sore.

Bandara-bandara itu yakni Bandara Soekarno-Hatta, Banten; Bandara Radin Inten II, Lampung; Bandara Budiarto, Banten; Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta; Bandara Pondok Cabe, Banten; Bandara Muhammad Taufiq Kiemas, Lampung; dan Bandara Husein Sastranegara, Jawa Barat.

Hingga Senin (7/9) sore, sebanyak 2.961 penerbangan telah terdampak perubahan operasional bandara akibat sebaran abu vulkanik, di antaranya 2.339 penerbangan domestik dan 622 internasional. Adapun jumlah penumpang terdampak sebanyak 341.000 penumpang. Dampak ini mencakup penerbangan yang mengalami pembatalan, penundaan, maupun pengalihan.

Menhub Dudy menyampaikan, hasil paper test di beberapa bandara terdampak memang telah menunjukkan hasil negatif. Namun, pembukaan operasional Bandara akan tetap menunggu hasil Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) Darwin sebagai pusat rujukan resmi.

Perpanjangan penutupan bandara juga dilakukan untuk memberi waktu bagi pengelola bandara maupun maskapai untuk menyiapkan kembali operasional. Pengelola bandara akan melakukan pemeriksaan dan pembersihan fasilitas sisi udara, termasuk runway, taxiway, dan apron. Sementara maskapai perlu waktu untuk melakukan pemeriksaan dan pembersihan pesawat dari kemungkinan paparan debu vulkanik sebelum pesawat kembali beroperasi.

“Kami memastikan semua berjalan dengan baik dan kita tidak ingin mengesampingkan aspek keselamatan,” lanjut Menhub Dudy.

Kementerian Perhubungan bersama pihak terkait akan terus memantau kondisi debu vulkanik serta hasil advisory VAAC Darwin sebagai bahan acuan dan evaluasi langkah operasional bandara. Menhub Dudy menegaskan keselamatan dan keamanan masyarakat akan menjadi pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Nasional

Viral Video Dugaan Perundungan di Asrama Mahasiswa Tel-U

BANDUNG, Bisnistoday.co.id — Video dugaan perundungan yang melibatkan mahasiswa senior terhadap mahasiswa...

Jalan Longsor
Nasional

Jalan Tertutup Longsor di Pesisir Selatan Sumbar Mulai Diperbaiki

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melakukan pembersihan material longsor yang...

Nasional

Tingkatkan Keselamatan Kapal Penumpang, Kemenhub Terbitkan Pedoman Ekuivalen Alat Penolong Kapal Penumpang dan Kapal Ro-Ro

JAKARTA, Bisnistoday.co.id– Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan perketat penerapan standar keselamatan...

Nasional

Wamenaker Minta Mahasiswa Bangun Kompetensi, Tak Sekadar Kejar IPK

MAGELANG, Bisnistoday.co.id — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor meminta mahasiswa tidak...