www.bisnistoday.co.id
Senin , 28 September 2026
Home HEADLINE NEWS Menperin Optimistis Indonesia Jadi Pusat Industri Halal Dunia
HEADLINE NEWS

Menperin Optimistis Indonesia Jadi Pusat Industri Halal Dunia

Industri Halal
MENTERI Perindustrian, Agus Kartasasmita./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan optimisme bahwa Indonesia berpeluang besar menjadi pusat industri halal dunia. Keyakinan itu muncul seiring besarnya potensi pasar domestik maupun global yang terus berkembang.

“Pasar halal dunia terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Pada tahun 2023, konsumsi umat Muslim di enam sektor ekonomi syariah telah menembus USD2,43 triliun. Angka ini diperkirakan akan meningkat menjadi USD3,36 triliun pada tahun 2028,” ujar Agus saat membuka Industrial Festival dan Halal Indo 2025 di ICE BSD, Tangerang, Kamis (25/9).

Menurutnya, pasar dalam negeri juga memiliki daya dorong besar. Konsumsi rumah tangga Indonesia mencapai Rp3.226,1 triliun pada semester II 2025, didukung jumlah penduduk Muslim terbanyak di dunia, yaitu 245,97 juta jiwa. “Ini adalah modal utama kita, sehingga Indonesia bukan hanya sekadar pasar, tetapi juga harus menjadi produsen dan pemain utama industri halal global,” tegas Agus.

Berdasarkan State of The Global Islamic Economy Report (SGIER) 2024/25, Indonesia kini menempati peringkat ketiga ekosistem industri halal dunia, berada di bawah Malaysia dan Arab Saudi, tetapi mencatat kenaikan skor tertinggi dibandingkan 2022.

“Kita patut bangga karena secara sektoral, Indonesia unggul dalam tiga sektor penting: modest fashion di peringkat pertama dunia, farmasi dan kosmetik halal di posisi kedua, serta makanan halal di posisi keempat,” jelas Agus.

Hingga saat ini, terdapat 140.944 perusahaan industri halal di Indonesia, mayoritas di sektor makanan dan minuman. Produk tersertifikasi halal juga sudah mencapai 584.522 produk dengan lebih dari 162 ribu sertifikat.

Tantangan Industri

Meski begitu, Agus menekankan masih banyak pekerjaan rumah. “Kondisi ini memberi pesan penting bahwa kita harus memperkuat kapasitas produksi dalam negeri agar mampu menekan ketergantungan impor. Namun, inilah momentum yang harus kita kelola agar Indonesia bisa bangkit sebagai pusat industri halal dunia,” ungkapnya.

Untuk memperkuat ekosistem halal nasional, Kemenperin menyusun peta jalan pengembangan industri halal 2025–2029, yang menjadi acuan bersama pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.

“Dengan adanya Permenperin ini, Kemenperin menegaskan komitmen untuk mempercepat penguatan industri halal, sekaligus menjadikannya salah satu pilar pertumbuhan ekonomi Indonesia yang inklusif dan berdaya saing global,” kata Menperin.

Selain itu, melalui program Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) dan pameran Halal Indo 2025, Indonesia kian memperluas diplomasi halal ke level internasional. Tahun ini, Halal Indo diikuti lebih dari 10 negara dan terhubung dengan jaringan expo halal global, mulai dari MIHAS Malaysia hingga Halal Expo Istanbul.

“Kami meyakini, dengan strategi yang tepat dan komprehensif, Indonesia memiliki peluang besar menjadikan industri halal sebagai kekuatan ekonomi baru yang mampu bersaing di tingkat global,” pungkas Agus.//

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

KIT Batang
HEADLINE NEWS

Industri Didorong Untuk Utamakan Pemenuhan Pasar Domestik

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Kementerian Perindustrian mendorong pemenuhan pasar domestik Indonesia bagi industri...

Menteri Dody
HEADLINE NEWS

Menteri PU Dody Kecewa Laporan Penanganan Kekeringan Lahan Pertanian di Cirebon

CJREBON, Bisnistoday – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyusuri sejumlah lokasi...

Energi Geothermal
HEADLINE NEWS

Target Bauran EBET Meleset, Pengamat: UU EBET Harus Segera Disahkan Kunci Komitmen NZE 2060

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Pengamat Kelistrikan dari ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro, menilai komitmen...

GEDUNG BEI
HEADLINE NEWS

IHSG Berpeluang Rebound, Stabilitas Rupiah dan Arus Asing Menentukan

JAKARTA, Bisnistoday – Keputusan Bank Indonesia (BI) mempertahankan BI-Rate di level 5,75%...