www.bisnistoday.co.id
Kamis , 29 Oktober 2026
Home EKONOMI Ekonomi & Bisnis Menperin Sarmuji Pastikan Bea Keluar Emas Tetap Diberlakukan
Ekonomi & Bisnis

Menperin Sarmuji Pastikan Bea Keluar Emas Tetap Diberlakukan

Harga Emas
MENPERIN Sarmuji saat audiensi bersama Asosiasi Produsen Perhiasan Indonesia (APPI) di Jakarta, Rabu (28/10).
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji mengingatkan, pasokan bahan baku industri perhiasan nasional akan menipis apabila kebijakan bea keluar terhadap bahan baku emas dicabut. Menurutnya, tanpa bea keluar, bahan baku emas cenderung dijual ke luar negeri.

“Kalau bea keluarnya dicabut, bahan baku untuk industri perhiasan Indonesia akan menipis. Orang akan cenderung menjual bahan baku ke luar negeri, sedangkan kita sangat membutuhkan bahan baku tersebut supaya industri perhiasan dalam negeri bisa lebih berkembang,” ujar Sarmuji di Jakarta, Rabu (28/10).

Sarmuji mengungkapkan, dalam pertemuan dengan Asosiasi Produsen Perhiasan Indonesia (APPI), para pelaku industri mengapresiasi penerapan kebijakan bea keluar emas. Namun, mereka juga mengkhawatirkan isu kemungkinan pencabutan kebijakan tersebut yang berpotensi mengganggu pasokan bahan baku industri perhiasan.

Sarmuji berharap kebijakan bea keluar emas tetap dipertahankan melalui koordinasi dengan Kementerian Keuangan, khususnya Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

“Kami berharap dapat bekerja sama dengan Kementerian Keuangan, khususnya Bea Cukai, supaya bahan baku perhiasan, terutama emas, tetap dikenakan bea keluar. Ini penting untuk mengamankan stok bahan baku industri perhiasan kita,” tegasnya.

Ekspor Bahan Baku, Impor Kembali

Sarmuji menjelaskan, sebelum bea keluar diterapkan, industri perhiasan nasional terpaksa mengimpor bahan baku emas. Akibatnya, nilai tambah yang dihasilkan relatif kecil.

“Kalau kita mengimpor bahan baku dari luar negeri kemudian mengolahnya menjadi perhiasan, nilai tambahnya kecil. Tambahan devisa yang kita peroleh juga terbatas karena bahan bakunya berasal dari luar negeri. Nilai tambahnya hanya berasal dari proses pengerjaan atau kerajinannya saja,” jelasnya.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin Reni Yanita menambahkan, bea keluar menjadi salah satu instrumen penting untuk menjamin ketersediaan bahan baku sekaligus memperkuat struktur industri perhiasan nasional.

“Selama ini, sebagian bahan baku emas diekspor, kemudian industri justru harus mengimpor kembali bahan baku untuk kebutuhan produksi. Dengan semakin banyaknya bahan baku yang diolah di dalam negeri, nilai tambahnya tentu akan semakin besar,” ujar Reni.

Menurut Reni, pengembangan industri berbasis emas juga berpotensi diperluas ke sektor industri lain yang membutuhkan logam mulia sebagai komponen produksi.

Ekosistem Mulai Terbentuk

Wakil Ketua APPI Arief Budiman menilai kebijakan bea keluar bahan baku emas berdampak positif bagi industri perhiasan, terutama dalam menjaga pasokan bahan baku dan meningkatkan daya saing produk jadi di pasar internasional. Dengan dukungan pengembangan bullion bank, menurutnya, ekosistem industri emas nasional mulai terbentuk, mulai dari penyediaan bahan baku, pengolahan, hingga produksi barang jadi.

“Sekarang ekosistemnya sudah mulai terbentuk, termasuk rantai pasoknya. Ini merupakan peluang yang sangat besar bagi Indonesia. Kita ingin emas yang dihasilkan dari tambang dalam negeri dapat diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi, sehingga yang diekspor bukan lagi bahan mentah, melainkan produk jadi,” tegas Arief.

Ia menambahkan, industri perhiasan merupakan sektor padat karya yang mampu menyerap puluhan ribu tenaga kerja. Karena itu, keberlanjutan kebijakan yang mendukung ketersediaan bahan baku dinilai penting untuk menjaga pertumbuhan industri sekaligus memperluas kesempatan kerja./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Realisasi KUR Nasional Mencapai Rp262,4 triliun

SURABAYA, Bisnistoday.co.id –  Wakil Menteri (Wamen) Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Helvi...

Produk Baja
Ekonomi & Bisnis

Alokasi Gas Industri Topang Peningkatan Utilisasi Manufaktur

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji menyatakan penambahan alokasi gas...

Menperin
Ekonomi & Bisnis

Pertumbuhan IKM Fesyen dan Kriya Capai 23 Persen Hingga Kuartal III-2026

JAKARTA, Bisnistoday.co.id- Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK) Kementerian Perindustrian (Kemenperin)...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kemenkop Luncurkan Koperasi Perumahan Rakyat di Cianjur

CIANJUR, Bisnistoday.co.id—Kementerian Koperasi (Kemenkop)!meresmikan Koperasi Perumahan Rakyat di Kawasan Tamar Village, Kabupaten...