www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 17 Oktober 2026
Home GLOBAL Negara Emerging Market dan Berkembang Makin Rentan
GLOBALKawasan Global

Negara Emerging Market dan Berkembang Makin Rentan

Krisis
TEKANAN KRISIS : Ilustrasi orang tenggelam di lautan yang membutuhkan pertolongan. IMF memperkirakan tantangan besat baru negara berkembang dan berhutang besar.
Social Media

WASHINGTON, Bisnistoday- Menurut IMF negara-negara emerging market dan berkembang dengan utang yang tinggi semakin berisiko. Sejumlah negara itu, dilandar terus meningkatnya nilai tukar dollar AS, biaya pinjaman lebih tinggi serta arus keluar modal.

“Dalam lingkungan ini, kita juga harus mendukung negara emerging market dan berkembang yang rentan,” kata Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva pada konferensi pers selama pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia, Kamis (13/10).

Didalam keterangan IMF, bahwa lebih dari 60% negara berpenghasilan rendah berada dalam tekanan dan berisiko tinggi. Lebih dari seperempat negara berkembang gagal atau mendapat kesulitan dalam memperdagangkan obligasi. 

IMF mengutarakan, berbagai guncangan ekonomi global menimbulkan pengaruh besar terhadap negara berkembang.”Apakah kita mengalami pergeseran ekonomi mendasar dalam ekonomi dunia, dari dunia yang relatif dapat diprediksi dan stabil, ke ketidakpastian dan volatilitas yang lebih besar?”

Menurut IMF, saat ini merupakan moment yang tepat sekaligus masa sulit bagi pengambil kebijakan yang memperhatikan berbagai kebijakan komplek.”Peluang kesalahan langkah kebijakan, terjadinya komunikasi yang buruk tentang niat kebijakan, sangat tinggi.”

Sementara, Ketua IMF mendesak para pembuat kebijakan untuk menurunkan inflasi, menerapkan kebijakan fiskal yang bertanggung jawab, dan menjaga stabilitas keuangan.

“Jika kita ingin membantu orang dan melawan inflasi, kita harus memastikan bahwa kebijakan fiskal dan moneter berjalan beriringan. Ketika kebijakan moneter mengerem, kebijakan fiskal tidak boleh menginjak pedal gas. Itu akan membuat perjalanan yang sangat berbahaya,”dalam keteranganya.

Dukungan Pembiayaan

Selama pandemi dimulai, IMF telah memberikan 260 miliar dolar AS dalam bentuk dukungan keuangan kepada 93 negara. Sejak perang Rusia-Ukraina, ia telah mendukung 18 program baru dan tambahan dengan hampir 90 miliar dolar AS.

“Dan kami sekarang memiliki 28 negara tambahan yang menyatakan minatnya untuk menerima dukungan dari IMF,” kata Georgieva.

Ketua IMF juga menyerukan upaya yang lebih kuat untuk menghadapi kerawanan pangan, mencatat bahwa 345 juta orang sangat rawan pangan. Sekitar 48 negara sangat terpengaruh oleh kerawanan pangan, sebagian besar berada di sub-Sahara Afrika.

IMF baru-baru ini mengumumkan kebijakan baru mengenai pangan, sebuah mekanisme yang memberikan pinjaman darurat untuk membantu negara-negara rentan mengatasi kekurangan pangan dan kenaikan biaya akibat perang Rusia-Ukraina./Ant

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Para ilmuwan mendeteksi semburan tersebut menggunakan teleskop radio MeerKAT di Afrika Selatan dan kemudian mengidentifikasi galaksi induknya menggunakan teleskop antariksa James Webb milik NASA. Foto: Brendon Wainwright/Wikipedia.
GLOBALHumaniora

Ilmuwan Deteksi Semburan Energi dari Galaksi yang Sangat Jauh

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Dahulu kala di galaksi yang sangat jauh, sebuah kilatan...

Navi PIllay, Peraih Nobel Perdamaian (dok:Niklas Elmehed © Nobel Prize Outreach)
Kawasan Global

Ahli Hukum Internasional Navi Pillay Raih Nobel Perdamaian

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Komite Nobel Internasional menganugerahkan Penghargaan Nobel Perdamaian tahun 2026...

Anne Carson, peraih Nobel Sastra 2026 (Dok: Nobelprize.org)
HumanioraKawasan Global

Penyair asal Kanada Anne Carson Raih Nobel Sastra 2026

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Penulis puisi asal Kanada, Anne Carson meraih Nobel Sastra...

Polisi antihuru-hara berhadapan dengan siswa SMA saat unjuk rasa di Paris [Yves Herman/Reuters]
Kawasan Global

Ribuan Pelajar di Prancis Demo Tuntut Fasilitas Belajar yang Layak

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Aksi protes siswa sekolah menengah di Prancis terus berlanjut....