NEW YORK, Bisnistoday- Inflasi yang terus menerus meningkat dapat memicu suku bunga Bank Sentral AS membubung tinggi diatas 4,5%. Kemungkinan resesi juga bakal membayangi negara adidaya tersebut. Hal ini sebagai peringatan tegas oleh CEO JPMorgan Chase & Co, Jamie Dimon pada Kamis (13/10).
Dengan begitu, bagi konsumen yang memiliki kesehatan keuangan yang Tangguh akan berpeluang masih membelanjakan uangnya. Ini diungkapkan Jamie Dimon kepada peserta pertemuan Institute of International Finance di Washington.
“Mereka mungkin bisa melakukannya selama sembilan bulan lagi sebelum inflasi dan pengeluaran menyusul mereka, itulah sebabnya saya pikir Anda akan melihat ekonomi yang kuat untuk sementara waktu.”
Untuk selanjutnya, menurut Dimon, pembuat kebijakan kemungkinan harus menaikkan suku Bungan lebih dari 4,5% untuk mengendalikan tingkat inflasinya.
CEO JP Morgan ini mengutarakan, beberapa waktu kedepan banyak terjadi turbulensi disertai pengetatan kuantitatif serta ketahanan pasokan energi yang jauh menurun. Hal tersebut menjadikan ketidakpastian semakin tinggi.
“Ini buruk … hal-hal itu adalah turbulensi besar yang ada di depan kita – yang dapat dengan mudah menyebabkan resesi.”
Diawal pekan ini, menurut Dimon, bahwa S&P 500 berpeluang turun sekitar 20% lagi dengan mudah dari level saat ini. Dengan penurunan ini, selanjutnya kemungkinan jauh lebih menyakitkan.
Berkaitan dengan komentar baru-baru ini tentang pasar saham, Dimon mengatakan pada Kamis (13/10) bahwa dia tidak tahu apakah akan ada soft landing? “Saya tidak berpikir begitu tetapi mungkin.” Kendati begitu, menurut Dimon, dalam skenario resesi yang sulit, diperkirakan pasar akan turun 20-30 persen./






































