www.bisnistoday.co.id
Senin , 12 Oktober 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa Rasio Kapitalisasi Pasar Modal Indonesia Kecil
BursaBURSA & KORPORASI

Rasio Kapitalisasi Pasar Modal Indonesia Kecil

RASIO KAPITALISASI KECIL: Menteri Keuangan SriMulyani Indrawati menilai, rasio kapitalisasi pasar modal Indonesia saat ini hanya 48 persen. Ini menggambarkan ukuran sektor keuangan domestik terhadap perekonomian masil relatif kecil dibandingkan negara-negara ASEAN
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Rasio kapitalisasi pasar modal Indonesia saat ini hanya 48 persen. Ini menggambarkan ukuran sektor keuangan domestik terhadap perekonomian masil relatif kecil dibandingkan negara-negara ASEAN.

“Negara-negara di sekitar kita yang lebih maju seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura, mereka memiliki rasio kapitalisasi pasar modal hingga mencapai mendekati 100 persen,” kata Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati dalam acara “LIKE IT: Sustain Habit in Investing, Invest in Sustainable Instruments” yang dipantau secara dari di Jakarta, Jumat (12/8).

Ia menilai Indonesia memiliki peluang untuk terus meningkatkan peranan pasar modal sebagai salah satu sektor keuangan yang bisa menjadi perantara yang baik dan produktif.

Tak hanya dari segi kapitalisasi pasar modal, Sri Mulyani melihat terdapat tantangan sektor keuangan Indonesia lainnya, seperti masih berorientasi kepada akumulasi dana bersifat jangka pendek.

Kondisi tersebut tentunya sangat menyulitkan pada saat kebutuhan pembangunan atau kebutuhan perekonomian yang sering membutuhkan sumber dana jangka panjang, misalnya untuk pembangunan infrastruktur.

“Pembangunan infrastruktur biasanya membutuhkan dana yang sangat besar dan kemampuan untuk mengembalikannya juga membutuhkan jangka waktu yang panjang. Katakanlah 20 tahun, bahkan bisa 30 tahun ,” jelas Sri Mulyani.

Maka dari itu, Bendahara Negara ini berpendapat kemampuan sektor keuangan di Tanah Air untuk mampu memupuk dana jangka panjang menjadi sangat penting, apalagi saat ini sektor keuangan Indonesia masih didominasi oleh sektor perbankan.

Tercatat 80 persen dari aset sektor keuangan adalah di sektor perbankan dan mayoritas dalam bentuk deposito yang merupakan simpanan berjangka pendek atau di bawah 5 tahun. Sementara sektor yang mampu mengakumulasi dana jangka panjang seperti industri asuransi serta dana pensiun kontribusinya hanya 14 persen.

Dengan demikian, kata dia, hal tersebut menjadi salah satu pekerjaan rumah bagi Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk terus mampu membangun sektor keuangan yang mampu mengumpulkan dan memobilisasi dana dalam jangka panjang yang kuat serta kredibel.

“Tentu ini merupakan sebuah pekerjaan rumah yang sangat tidak mudah, apalagi masyarakat masih perlu untuk dibangun, tidak hanya literasinya, tetapi juga kepercayaan dan keyakinannya terhadap sistem keuangan, instrumen keuangan, dan lembaga-lembaga keuangan,” pungkas Sri Mulyani./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

BURSA & KORPORASIKorporasi

BRI Life Raih Dua Penghargaan di Ajang The Best Contact Center Indonesia 2026

JAKARTA, Bisnistoday-PT Asuransi BRI Life (BRI Life) meraih dua penghargaan Silver dalam...

BURSA & KORPORASIKorporasi

Rayakan Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Life Hadirkan Apresiasi dan Layanan Kepada Nasabah

JAKARTA, Bisnistoday - Memperingati Hari Pelanggan Nasional 2026, Asuransi BRI Life kembali...

Samuel Sekuritas
BursaHEADLINE NEWS

Samuel Sekuritas : Pemulihan Pasar Saham Bergantung Isu Nilai Tukar Rupiah dan Besaran Bunga

JAKARTA, Bisnistoday – Investor sampai saat ini masih mempertanyakan mengenai kapan Indeks...

GEDUNG BEI
Bursa

IHSG Kembali Menguat, Asing Kembali Akumulasi Saham Bank Besar

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia melihat penguatan Indeks Harga...