www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 10 Oktober 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa Rupiah Melemah Dipicu Kenaikan BBM  yang Mendorong Tingginya Inflasi
BursaBURSA & KORPORASI

Rupiah Melemah Dipicu Kenaikan BBM  yang Mendorong Tingginya Inflasi

rupiah melemah
RUPIAH MELEMAH: Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarabank di Jakarta pada Kamis (15/12) kembali ditutup melemah
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Kenaikan  harga bahan bakar minyak (BBM) yang dipastikan akan memicu tingginya inflasi menjadi sentimen negatif pelaku pasar uang. Kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (13/9) ditutup melemah 10 poin ke posisi Rp14.852 per dolar AS dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di posisi Rp14.842 per dolar AS.

Analis DCFX Futures, Lukman Leong mengatakan, tekanan internal masih mendominasi, dengan ekspektasi inflasi yang akan meningkat ke depannya dari kenaikan harga Pertalite dan capital outflow investor asing melepas obligasi pemerintah.

Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi pada September 2022 akan mencapai 0,77 persen dibandingkan bulan sebelumnya (month-to-month/mtm), dengan penyumbang utama kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Perkiraan tersebut berasal dari Survei Pemantauan Harga (SPH) pada minggu kedua September 2022. Komoditas utama penyumbang inflasi September 2022 sampai dengan minggu kedua yaitu bensin sebesar 0,66 persen (mtm) dan telur ayam ras sebesar 0,03 persen (mtm).

Kemudian, ada pula harga beras dan tarif angkutan dalam kota yang masing-masing menyumbang inflasi sebesar 0,02 persen (mtm), serta tarif angkutan antarkota, rokok kretek filter, dan bahan bakar rumah tangga (BBRT) masing-masing sebesar 0,01 persen (mtm).

Sebelumnya, pemerintah menaikkan harga Pertalite dari Rp7.650 per liter menjadi Rp10.000 per liter, solar subsidi dari Rp5.150 per liter jadi Rp6.800 per liter, Pertamax nonsubsidi naik dari Rp12.500 jadi Rp14.500 per liter berlaku mulai 3 September 2022 pukul 14.30 WIB.

Dari sisi eksternal, lanjut Lukman, dolar AS justru kembali melemah hari ini menjelang rilis data inflasi AS yang diperkirakan akan kembali turun. “Hal ini meredakan ekspektasi akan kenaikan suku bunga oleh The Fed,” ujar Lukman.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp14.853 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.849 per dolar AS hingga Rp14.877 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Selasa melemah ke posisi Rp14.861 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.839 per dolar AS./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

BURSA & KORPORASIKorporasi

BRI Life Raih Dua Penghargaan di Ajang The Best Contact Center Indonesia 2026

JAKARTA, Bisnistoday-PT Asuransi BRI Life (BRI Life) meraih dua penghargaan Silver dalam...

BURSA & KORPORASIKorporasi

Rayakan Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Life Hadirkan Apresiasi dan Layanan Kepada Nasabah

JAKARTA, Bisnistoday - Memperingati Hari Pelanggan Nasional 2026, Asuransi BRI Life kembali...

Samuel Sekuritas
BursaHEADLINE NEWS

Samuel Sekuritas : Pemulihan Pasar Saham Bergantung Isu Nilai Tukar Rupiah dan Besaran Bunga

JAKARTA, Bisnistoday – Investor sampai saat ini masih mempertanyakan mengenai kapan Indeks...

GEDUNG BEI
Bursa

IHSG Kembali Menguat, Asing Kembali Akumulasi Saham Bank Besar

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia melihat penguatan Indeks Harga...