JAKARTA, Bisnistoday- Nilai tukar (kurs) rupiah yang diransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin (19/12) ditutup menguat tipis 1 poin ke posisi Rp15.597 per dolar AS dibandingkan pada penutupan perdagangan sebelumnya di posisi Rp15.598 per dolar AS.
Pada perdagangan hari ini, perserakan rupiah masih dipengaruhi olehsentimen kenaikan suku bunga The Fed. Walaupun kenaikan pekan lalu lebih rendah dari kenaikan sebelumnya, kenaikan ini masih menyebabkan nilai suku bunga AS semakin tinggi. Hal ini membuat rupiah menjadi kurang atraktif.
Pada pertemuan Desember ini, The Fed memutuskan untuk menaikkan suku bunga 50 basis poin (bps), lebih rendah dari empat pertemuan sebelumnya yang menaikkan sebesar 75 bps.
Ketua The Federal Reserve Jerome Powell mengatakan bahwa bank sentral kemungkinan akan masih menaikkan suku bunga hingga tahun depan.
Powell mengatakan bahwa The Fed belum selesai menaikkan suku bunga dan dia menetapkan standar yang tinggi untuk penurunan suku bunga.
Kendati demikian, tingginya suku bunga juga memberikan beban tersendiri bagi pertumbuhan ekonomi AS. Hal ini membuat ancaman resesi AS semakin besar.
Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp15.613 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp15.597 per dolar AS hingga Rp15.627 per dolar AS.
Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Senin melemah ke posisi Rp15.621 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp15.617 per dolar AS./

















![Polisi antihuru-hara berhadapan dengan siswa SMA saat unjuk rasa di Paris [Yves Herman/Reuters]](https://bisnistoday.co.id/wp-content/uploads/2026/10/Pelajar-prancis-680x533.jpg)























