JAKARTA, Bisnistoday – Kasus runtuhnya salah satu entitias bisnis perbankan di Amerika Serika (AS) yakni Silicon Valley Bank (SVB) mempengaruhi sentimen negatif pasar saham sejumlah negara di Eropa seperti Jerman, Perancis maupun Inggris. Sejumlah pasar saham di Eropa mengalami gelombang tsunami turun pada perdagangan kemarin.
Seperti halnya saham-saham Jerman berakhir turun tajam pada perdagangan Senin (13/3) waktu setempat, memperpanjang penurunan untuk hari kedua berturut-turut terseret jatuhnya Silicon Valley Bank (SVB) di AS, dengan indeks acuan DAX 40 di Bursa Efek Frankfurt terpuruk 3, 04 persen atau 468,50 poin, menetap di 14.959,47 poin.
Dari 40 saham perusahaan besar pilihan yang menjadi komponen indeks DAX 40, hanya satu saham yang berhasil mencatat keuntungan, sementara 39 saham mengalami kerugian.
Begitupun saham-saham di pasar Prancis yang ditutup ke zona merah. saham-saham Prancis berakhir di zona merah pada perdagangan Senin (13/3) waktu setempat, mencatat kerugian untuk hari kelima berturut-turut, dengan indeks acuan CAC 40 di Bursa Efek Paris anjlok 2,90 persen atau 209,17 poin menjadi menetap di 7.011,50 poin.
Dari 40 saham perusahaan besar pilihan yang menjadi komponen indeks CAC 40, seluruhnya menderita kerugian terimbas oleh keruntuhan Silicon Valley Bank (SVB) di Amerika Serikat yang telah merusak kepercayaan investor terhadap sistem perbankan.
Harga Saham di Inggris Jatuh
Tidak jauh berbeda dengan saham-saham di bursa London, Inggris. Saham-saham Inggris berakhir turun tajam pada perdagangan Senin (13/3) waktu setempat, memperpanjang kerugian untuk hari ketiga berturut-turut, dengan indeks acuan FTSE 100 di Bursa Efek London tergelincir 2,58 persen atau 199,72 poin menjadi menetap di 7.548,63 poin.
Dari 100 saham perusahaan besar pilihan yang menjadi komponen indeks FTSE 100, hanya delapan saham yang berhasil mencatat keuntungan, sementara 92 saham lainnya menderita kerugian terimbas oleh runtuhnya Silicon Valley Bank di AS yang telah merusak kepercayaan terhadap sistem perbankan.
Wall Street Melemah
Pada perdagangan Selasa pagi ini, perdagangan saham di Bursa Wall Street terpelanting turun. Isu kekhawatiran bangkrutnya SVB ini disinyalir masih menjadi alasan utama investor lepas saham.
Tertekan saham bank karena investor khawatir tentang penularan dari keruntuhan Silicon Valley Bank, tetapi Nasdaq menguat karena beberapa sektor diuntungkan harapan Federal Reserve dapat melonggarkan kenaikan suku bunga.
Indeks Dow Jones Industrial Average tergelincir 90,5 poin atau 0,28 persen, menjadi menetap di 31.819,14 poin. Indeks S&P 500 kehilangan 5,83 poin atau 0,15 persen, menjadi berakhir di 3.855,76 poin. Sedangkan, indeks Komposit Nasdaq bertambah 49,96 poin atau 0,45 persen, menjadi ditutup pada 11.188,84 poin.
Penutupan tiba-tiba SVB Financial pada Jumat (10/3) setelah gagal meningkatkan modal membuat investor khawatir tentang risiko bank-bank lain dari kenaikan suku bunga Fed yang tajam selama setahun terakhir. Tetapi banyak yang berspekulasi bank sentral sekarang bisa menjadi kurang hawkish, dan imbal hasil obligasi 2 tahun anjlok.
“Jika kita mendapatkan Indeks Harga Konsumen dan Indeks Harga Produsen yang sangat buruk, The Fed akan berada di posisi yang sulit atau posisi yang jauh lebih sulit bahkan di depan angka-angka tersebut,” kata Orion Advisor Solutions CIO, Timothy Holland./Ant






































