JAKARTA, Bisnistoday.co.id— Sun Life Indonesia memperkuat komitmennya dalam mengembangkan perlindungan berbasis syariah melalui pemisahan unit usaha syariah (spinoff) yang menjadikan Sunlife Syariah sebagai entitas mandiri.
Langkah ini menandai babak baru bagi Sunlife Syariah untuk lebih fokus menghadirkan solusi perlindungan syariah yang relevan, sekaligus mendukung peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah.
Didukung kemitraan dengan tiga bank syariah, yaitu Bank Muamalat Indonesia, CIMB Niaga Syariah, dan Bank Syariah Nasional, serta kanal agensi, Sunlife Syariah memiliki jaringan distribusi untuk memperluas akses masyarakat terhadap perlindungan Syariah.
Kemandirian tersebut juga memungkinkan Sunlife Syariah semakin fokus menjalankan tata kelola dan mengembangkan solusi berbasis syariah. Perusahaan memiliki Direksi, Dewan Komisaris, dan Dewan Pengawas Syariah tersendiri serta berada di bawah pengawasan OJK.
“Dengan RBC sebesar 301 persen, di atas ketentuan minimum 120 persen, Sunlife Syariah juga didukung pengalaman Sunlife lebih dari 160 tahun secara global dan lebih dari 30 tahun di Indonesia,” ujar Albertus Wiroyo, Presiden Direktur Sun Life Indonesia di Jakarta, Minggu (1/11).
Potensi pasar asuransi syariah di Indonesia masih besar. Berdasarkan data OJK yang dipublikasikan Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI), penerimaan kontribusi industri mencapai Rp11,72 triliun pada semester I 2026, sementara aset tumbuh 7,09% secara tahunan menjadi Rp50,90 triliun per Juni 2026.
Namun, hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 menunjukkan indeks literasi dan inklusi keuangan syariah masing masing sebesar 43,07% dan 13,24%. Angka tersebut menunjukkan masih luasnya ruang untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dan memperluas akses terhadap layanan keuangan syariah, termasuk asuransi.
Albertus mengatakan, Spin-off Sunlife Syariah memungkinkan untuk lebih berfokus pada pengembangan solusi perlindungan asuransi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus mendukung pertumbuhan industry asuransi syariah di Indonesia.
“Kami ingin mendorong pemahaman yang lebih baik mengenai perlindungan syariah dan memperluas aksesnya, agar lebih banyak keluarga tidak hanya memahami, tetapi juga benar-benar terlindungi. Kami berharap Sunlife Syariah dapat berkontribusi dalam memperkuat ketahanan finansial keluarga Indonesia,” tuturnya.
Sunlife Syariah menghadirkan solusi untuk berbagai tahapan kehidupan, mulai dari perlindungan jiwa dan kesehatan, pendidikan, persiapan haji, perencanaan warisan, hingga dana hari tua, termasuk proposisi yang relevan bagi generasi sandwich yang perlu menyeimbangkan kebutuhan perlindungan diri, anak, dan orang tua.
Agung Prambudi, Presiden Direktur Sunlife Syariah, menyampaikan bahwa, melalui prinsip ta’awun, setiap peserta menjadi bagian dari semangat untuk saling menjaga. “Semangat saling menolong dapat menghadirkan manfaat yang lebih luas. Ketika terdapat surplus underwriting, sesuai akad dan ketentuan yang berlaku, sebagian manfaatnya dapat diteruskan kepada masyarakat. Dengan demikian, perlindungan syariah tidak hanya menjadi cara untuk menjaga diri dan keluarga, tetapi juga untuk saling menjaga dan menebarkan kebaikan yang lebih luas,” ungkapnya.
Identitas Baru, Komitmen yang Sama
Peluncuran Sunlife Syariah juga berlangsung bersamaan dengan pembaruan identitas merek Sunlife secara global. Identitas baru tersebut mencakup logo sun globe yang lebih modern, penulisan nama merek menjadi satu kata, “Sunlife”, serta semangat global “Making Life Brighter”.
“Identitas baru Sunlife mencerminkan komitmen kami untuk terus berkembang dan membantu lebih banyak keluarga Indonesia mempersiapkan masa depan dengan percaya diri. Berlandaskan Amanah, kami berkomitmen menghadirkan perlindungan yang transparan, mudah dipahami, dan dapat diandalkan,” ucap Agung./








































