JAKARTA, Bisnistoday – Berdasarakan hasil survei Poltracking Indonesia mayoritas publik menyatakan puas terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.Hasil survei memperlihatkan, kebijakan dan program yang direalisasi efektif tepat menyasar dan dirasakan oleh masyarakat.
“Tingkat kepuasan terhadap kinerja Prabowo-Gibran, angkanya mencapai 74,1 persen,” terang Peneliti Poltracking Indonesia, Muhammad Aditya Pradana saat Rilis Survei Nasional bertajuk Evaluasi Kinerja Pemerintah & Program Prioritas Prabowo-Gibran, di Poltracking TV, Senin (13/4).
Survei Poltracking dilaksanakan periode 2–8 Maret 2026 secara tatap muka mencatat tingkat kepuasan publik terhadap Pemerintah Prabowo-Gibran mencapai 74,1 persen. Sedangkan tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah juga tercatat tinggi, yakni 75,1 persen.
Lebih lanjut Muhammad Aditya, menjelaskan, sebaran kepuasan publik terlihat merata di berbagai wilayah Indonesia: mulai dari Sumatera hingga Papua menunjukkan kecenderungan puas terhadap kinerja pemerintah. Kondisi ini mencerminkan distribusi dukungan yang luas secara nasional.
Muhammad Aditya menyebut, distribusi kepuasan publik tersebut cukup merata dan mayoritas wilayah memberikan dukungan terhadap pemerintah. Kondisi demikian tentu kian memperkuat legitimasi pemerintahan di tingkat nasional.
“Temuan ini cukup menarik ditengah berbagai kondisi tapi kepercayaan terhadap keduanya sejauh ini masih bertahan di atas (70 persen),” tambahnya.
Sulawesi Relatif Berimbang
Peneliti Utama Poltracking Indonesia Masduri Amrawi menyoroti, perbedaan wilayah Sulawesi menunjukkan persepsi yang relatif berimbang antara yang puas dan tidak puas. Hal demikian menandakan adanya variasi penilaian di tingkat regional meski secara umum mayoritas wilayah tetap menunjukkan tren positif.
“Mayoritas publik di 8 wilayah cenderung puas terhadap kinerja pemerintahan Prabowo Subianto Gibran Rakabuming Raka sedangkan di wilayah Sulawesi berimbang antara puas dan tidak puas,” kata Masduri.
Temuan survei mencatatkan rician Sumatera (74.2%), Jawa Barat (89.2%), Jawa Timur (80.7%), Jawa Tengah DIY (67.5%), DK Jakarta-Banten (51.7%), Kalimantan (87.2%), Bali Nusa (69.7%) Sulawesi (49.2%) Maluku-Papua (83.8%)./










































