www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 10 Oktober 2026
Home BURSA & KORPORASI Tahun 2023, Empat Anak Usaha BUMN Go Public
BURSA & KORPORASIKorporasi

Tahun 2023, Empat Anak Usaha BUMN Go Public

ANAK USAHA BUMN GO PUBLIC: Empat anak usaha BUMN berencana melalukan penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) pada tahun 2023. Empat BUMN tersebut yakni PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), PT Pertamina Hulu Energy (PHE), Palm Co, dan PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT)
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Empat anak usaha badan usaha milik negara (BUMN) berencana melalukan penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) pada tahun 2023. Empat BUMN tersebut yakni PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), PT Pertamina Hulu Energy (PHE), Palm Co, dan PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT).

Wakil Menteri BUMN I, Pahala Mansury mengatakan hal tersebut dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR di Jakarta, Rabu (7/12).

Pahala megatakan IPO empat anak usaha BUMN tersebut dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan dan ketahanan energi. “Upaya peningkatan ketahanan energi diwakili oleh PGE dan PHE. Sedangkan ketahanan pangan diwakili oleh Palm Co dan Pupuk Kaltim.”

Di ketahanan energi, lanjut dia, Kementerian BUMN berupaya menurunkan Crude Palm Oil (CPO), meningkatkan cadangan migas nasional, meningkatkan bauran energi baru terbarukan, seiring dukungan kapasitas pengurangan emisi karbon.

Sementara itu dari ketahanan pangan, IPO anak usaha BUMN berupaya melanjutkan hilirisasi industri kimia dan peningkatan tingkat ketersediaan pupuk guna mendongkrak produktivitas pertanian. Selanjutnya hilirisasi industri sawit karena masih minimnya CPO untuk produksi minyak goreng BUMN.

“Kami harap hilirisasi industri kelapa sawit termasuk pengembangan industri minyak goreng, serta penambahan kapasitas biosolar melalui produksi [campuran biosolar] POME dan FAME diproduksi Palm Co,” ujarnya.

Baca juga: Kadin Nilai Go Public 14 BUMN akan Jadikan Perusahaan Makin Kompetitif

Adapun rincian IPO keempat anak usaha BUMN tersebut, yakni: Pertama, Pertamina Geothermal Energy (PGE) merupakan salah satu perusahaan energi panas bumi terbesar di dunia berdasarkan total kapasitas terpasang yang mencapai 672 megawatt. Targetnya dalam 5 tahun ada penambahan kapasitas 600 megawatt. Apalagi, PGE sudah memegang sejumlah kontrak pengadaan tenaga listrik dengan PLN.

Dalam prosesnya PGE sedang menyampaikan usulan rentang harga IPO kepada OJK. Berdasarkan laporan keuangan per 2021 pendapatan PGE mencapai 369 juta dolar AS dengan EBITDA margin 78,7 persen.

Kedua, Pertamina Hulu Energi (PHE) merupakan subholding upstream Pertamina yang memiliki produksi dan eksplorasi migas terbesar di Indonesia dan menjadi kontributor pendapatan terbesar bagi Pertamina.

IPO PHE juga diharapkan dapat membantu mendorong nilai perusahaan Pertamina mencapai 100 miliar dolar AS pada 2024. PHE memiliki endapatan 11,7 miliar dolar AS dengan EBITDA 3 miliar dolar AS dan menjadi modal pengembangan ke depan. Perusahaan itu memiliki rencana belanja modal setiap tahun antara 4-5 miliar dolar AS setara Rp60-90 triliun.

Ketiga, Palm Co, BUMN memiliki rencana membuat perusahaan perkebunan sawit terbesar di dunia melalui Palm Co ini, sehingga dapat meningkatkan total kapasitas produksi turunan sawit.

Hilirisasi dan pengembangan bahan baku utama menghasilkan biosolar POME dan FAME untuk meningkatkan ketahanan energi lebih lanjut. Pengumpulan dana bisa bersama penanaman ulang perkebunan sawit plasma di sekeliling PTPN. Saat ini Kementerian BUMN masih menyelesaikan penggabungan beberapa anak usaha produsen kelapa sawit di bawah entitas Palm Co.

Adapun Peraturan Pemerintah (PP) terkait penggabungan diharapkan selesai pada akhir tahun ini. Rencana IPO Palm Co ditargetkan mulai dikerjakan pada kuartal II/2023 dan tercatat di pasar modal pada kuartal III/2023.

Keempat, Pupuk Kaltim merupakan anak usaha Pupuk Indonesia dengan kapasitas terpasang 6,5 juta ton per tahun dari total kapasitas Pupuk Indonesia 21,1 juta ton per tahun.

Hasil IPO direncanakan untuk meningkatkan kapasitas ekspansi pengembangan pabrik urea di Papua dan Papua Barat, juga pengembangan pupuk Amorea di kawasan Maluku, dan akselerasi industri kimia. Saat ini masih dilakukan finalisasi laporan keuangan untuk persiapan IPO dan tengah memilih penasihat keuangan dan hukum dalam rangka IPO./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Hutama Karya
Korporasi

Tingkatkan Kepatuhan Hukum, Hutama Karya Sinergi dengan Kejati Daerah Istimewa Yogyakarta

YOGYAKARTA, Bisnistoday.co.id – PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) memperkuat sinergi dengan...

EKONOMIKorporasi

BRI Life Dorong Perlindungan Jiwa untuk Perencanaan Keuangan melalui Aurora Plus

JAKARTA, Bisnistoday - BRI Life mendorong pentingnya perlindungan jiwa dalam perencanaan keuangan...

Bappebti
Korporasi

Patuh Regulasi dan Beri Layanan Baik, Didimax Raih Grade A+++ dari Bappebti Semester I 2026

JAKARTA, Bisnistoday.co.id- PT Didimax Pialang Berjangka meraih Grade A+++ dari Badan Pengawas...

Korporasi

Hutama Karya Tingkatkan Pengendalian Pelaksanaan Proyek Jembatan Penghubung Pulau Kalimantan-Pulau Laut

KAB.TANAH BUMBU, Bisnistoday.co.id – PT Hutama Karya (Persero) memperkuat pengendalian pelaksanaan proyek...