www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 10 Oktober 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa The Fed Kemungkinan Naikkan Suku Bunga, IHSG Merosot
BursaBURSA & KORPORASI

The Fed Kemungkinan Naikkan Suku Bunga, IHSG Merosot

Rupiah pada perdagangan Jumat (17/2) ditutup melemah
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada akhir pekan, Jumat (17/2) melemah 51 poin ke posisi Rp15.210 per dolar AS dibandingkan posisi penutupan hari sebelumnya yang berada di posisi Rp15.159 per dolar AS.

Pelemahan rupiah seiring dengan kemungkinan kenaikan suku bunga Bank Sentra Amerika Serikat (AS), The Fed.

Analis DCFX Futures, Lukman Leong seperti dilansir Antara mengatakan, dolar AS juga menguat setelah ada pernyataan hawkish dari Presiden Fed St Louis Fed Bullard terkait kemungkinan kenaikan 50 basis poin (bps) pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) berikutnya.

Dolar melonjak mencapai level tertinggi enam minggu terhadap sekeranjang mata uang di sesi Asia pada Jumat sore, karena serangkaian data ekonomi yang tangguh dari Amerika Serikat meningkatkan ekspektasi pasar bahwa lebih banyak kenaikan suku bunga akan segera terjadi.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa indeks harga produsen AS untuk permintaan akhir rebound 0,7 persen pada Januari, kenaikan terbesar sejak Juni, setelah turun 0,2 persen pada Desember. Selain itu, klaim pengangguran awal AS turun 1.000 menjadi 194.000 dalam pekan yang berakhir 11 Februari.

Pasar sekarang memperkirakan suku bunga AS mencapai puncaknya di 5,28 persen pada Juli dan tetap di atas 5,0 persen hingga akhir tahun.

Lukman menuturkan rupiah berpotensi melemah walau didukung oleh beberapa data ekonomi domestik yang kuat akhir-akhir ini seperti perekonomian Indonesia pada tahun 2022 yang berhasil tumbuh 5,31 persen dibanding tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).

Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) menurun secara tahunan menjadi 5,28 persen year on year (yoy) pada Januari 2023, dari 5,51 persen yoy pada Desember 2022.

Di samping itu, Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuannya atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 5,75 persen, yang dinilai memadai untuk menekan inflasi, sehingga tidak perlu ada kenaikan.

BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2023 akan cenderung tumbuh lebih tinggi atau bias ke atas dalam kisaran 4,5-5,3 persen, didorong kenaikan ekspor dan semakin membaiknya permintaan domestik khususnya konsumsi swasta.

Rupiah pada pagi hari dibuka menurun ke posisi Rp15.187 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp15.179 per dolar AS hingga Rp15.224 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Jumat melemah ke posisi Rp15.199 per dolar AS dibandingkan posisi sebelumnya Rp15.176 per dolar AS./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

BURSA & KORPORASIKorporasi

BRI Life Raih Dua Penghargaan di Ajang The Best Contact Center Indonesia 2026

JAKARTA, Bisnistoday-PT Asuransi BRI Life (BRI Life) meraih dua penghargaan Silver dalam...

BURSA & KORPORASIKorporasi

Rayakan Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Life Hadirkan Apresiasi dan Layanan Kepada Nasabah

JAKARTA, Bisnistoday - Memperingati Hari Pelanggan Nasional 2026, Asuransi BRI Life kembali...

Samuel Sekuritas
BursaHEADLINE NEWS

Samuel Sekuritas : Pemulihan Pasar Saham Bergantung Isu Nilai Tukar Rupiah dan Besaran Bunga

JAKARTA, Bisnistoday – Investor sampai saat ini masih mempertanyakan mengenai kapan Indeks...

GEDUNG BEI
Bursa

IHSG Kembali Menguat, Asing Kembali Akumulasi Saham Bank Besar

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia melihat penguatan Indeks Harga...