
JAKARTA, Bisnistoday – Sebanyak 98 persen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mulai aktif pascabencana banjir bandang yang melanda Aceh Tamiang pada November 2025.
“Kami tengok sudah hampir 98 persen aktif menyeluruh, baik itu pajak (pasar) di Kota Kuala Simpang, maupun pajak (pasar) pagi yang berjualan,” ucap Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Aceh Tamiang Ibnu Azis, seperti dikutip Antara, Kamis (19/2).
Azis menyampaikan UMKM yang sudah aktif meliputi industri makanan, pedagang hasil laut seperti ikan, dan lain-lainnya. Menurut dia, pemulihan aktivitas UMKM di kawasan Aceh Tamiang tergolong cepat, sebab pada pekan pertama pascabanjir bandang, seluruh UMKM lumpuh.
“Minggu pertama pascabanjir memang tidak ada aktivitas, tetapi sampai tiga bulan ini, kami lihat sudah mulai aktif hampir 100 persen,” kata Azis.
Dalam kesempatan tersebut, Azis juga mengungkapkan tingginya lonjakan jumlah UMKM di kawasan Aceh Tamiang. Pada 2024, Aceh Tamiang mendata terdapat 15.073 UMKM yang beraktivitas di kawasan tersebut.
Menurut dia, pascabanjir, terdata kurang lebih 40 ribu UMKM di kawasan Aceh Tamiang yang terdampak banjir “Instruksi Pak Bupati, UMKM harus bangkit dan perekonomian harus jalan,” tutur Azis.
Pemerintahan Aceh Tamiang pun menghadirkan bazaar Ramadan untuk membangkitkan UMKM yang terdampak bencana banjir bandang.
Azis menyampaikan telah menyiapkan dua titik untuk menggelar bazaar Ramadhan. Selain di Kompleks GOR Aceh Tamiang, ia juga menyiapkan satu titik lagi di Kota Kuala Simpang.//



