BANDUNG, Bisnistoday.co.id – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menggelar vaksinasi human papillomavirus (HPV) bersubsidi dengan menyediakan kuota hingga 1.000 peserta dalam rangka Dies Natalis UPI ke-72. Program ini terbuka bagi dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, serta masyarakat umum sebagai upaya meningkatkan perlindungan terhadap risiko kanker serviks.
Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Sistem Informasi UPI, Prof. Tri Indri Hardin, mengatakan vaksinasi HPV tersebut diselenggarakan untuk memperluas akses masyarakat terhadap vaksin dengan harga yang lebih terjangkau. Melalui subsidi dari Korpri Pusat, peserta cukup membayar Rp290.000 per dosis.
“Kalau harga normalnya di rumah sakit sekitar Rp1,2 juta per dosis, dalam kegiatan ini peserta cukup membayar Rp290.000 per dosis,” ujar Tri, Kamis (22/10/2026).
Hingga pelaksanaan vaksinasi, jumlah pendaftar tercatat sekitar 300 hingga hampir 400 orang. UPI berharap masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperoleh vaksin HPV dengan biaya lebih terjangkau.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, dr. Sony Adam, S.H., M.M., mengapresiasi upaya perluasan akses vaksinasi HPV tersebut. Menurutnya, vaksinasi merupakan salah satu langkah penting dalam pencegahan kanker serviks yang masih menjadi persoalan kesehatan perempuan.
Ia menjelaskan, pemerintah telah menjalankan program vaksinasi HPV bagi anak perempuan kelas V sekolah dasar. Di Kota Bandung, sasaran program vaksinasi pemerintah tersebut mencapai sekitar 16.000 anak, dengan target cakupan vaksinasi sebesar 97 persen.
Adapun capaian vaksinasi HPV dalam program tersebut saat ini disebut telah mencapai sekitar 90 persen.
Sony menjelaskan, target cakupan tidak ditetapkan hingga 100 persen karena terdapat kemungkinan peserta memiliki kontraindikasi medis terhadap vaksin. Karena itu, kondisi kesehatan calon penerima tetap menjadi pertimbangan dalam pelaksanaan vaksinasi.
Di luar program pemerintah yang menyasar anak sekolah, kegiatan vaksinasi bersubsidi seperti yang digelar UPI dinilai dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin mendapatkan vaksin HPV secara mandiri dengan biaya lebih terjangkau.
“Kalau melakukan vaksinasi secara mandiri dengan datang langsung ke rumah sakit, biayanya cukup mahal. Jadi, momentum seperti ini seharusnya dimanfaatkan oleh masyarakat Kota Bandung,” kata Sony.
Vaksinasi HPV Dilakukan dalam Tiga Dosis
Tri menjelaskan, kegiatan vaksinasi HPV dalam rangka Dies Natalis UPI ke-72 tersebut telah diawali dengan sosialisasi dan edukasi pada 6 Oktober 2026. Edukasi dilakukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai vaksin HPV, manfaatnya, serta pentingnya pencegahan kanker serviks.
Setelah sosialisasi, vaksinasi dosis pertama dilaksanakan. Rangkaian vaksinasi direncanakan berlanjut dengan dosis kedua pada Januari 2027 dan dosis ketiga pada April 2027.
Menurut Tri, edukasi menjadi bagian penting dalam meningkatkan partisipasi masyarakat. Sebab, masih ada sebagian orang yang merasa khawatir terhadap vaksin, antara lain karena pengalaman mengenai efek samping vaksinasi Covid-19.
Melalui penjelasan mengenai manfaat vaksin HPV, UPI berharap masyarakat dapat memahami pentingnya tindakan pencegahan dan mengambil keputusan berdasarkan informasi kesehatan yang tepat.
“Sehat itu merupakan investasi. Jadi, kita jangan menunggu sakit terlebih dahulu untuk mulai memperhatikan kesehatan,” ujarnya.
Sony menambahkan, vaksin HPV memiliki manfaat besar dalam membantu mencegah infeksi HPV yang dapat menyebabkan kanker serviks. Meski demikian, vaksinasi bukan berarti menghilangkan seluruh risiko kanker serviks sehingga upaya pencegahan lainnya, termasuk skrining sesuai rekomendasi tenaga kesehatan, tetap diperlukan.
Melalui program tersebut, UPI berharap kesadaran masyarakat terhadap pencegahan kanker serviks semakin meningkat. Selain memperingati Dies Natalis ke-72, kegiatan ini juga menjadi salah satu upaya memperluas akses layanan kesehatan preventif bagi sivitas akademika dan masyarakat Kota Bandung.





































