www.bisnistoday.co.id
Senin , 9 November 2026
Home EKONOMI Kementerian PUPR Lakukan Bedah Rumah di Pandeglang Banten
EKONOMI

Kementerian PUPR Lakukan Bedah Rumah di Pandeglang Banten

Petugas Kementerian PUPR menempelkan stiker Bantuan Stimulai Perumahan Swadaya (BSPS) di salah satu hunian warga, di Pandeglang, Banten, baru-baru ini.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Kementerian PUPR tengah menjalankan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau Bedah Rumah di Kabupaten Pandeglang Banten. Program ini untuk mewujudkan hunian layak, meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian, sekaligus menjaga kesehatan masyarakat di masa pandemi Covid-19. 

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menjelaskan bahwa program BSPS dengan metode Padat Karya Tunai (PKT) bertujuan untuk mempertahankan daya beli masyarakat dan mengurangi angka pengangguran. 

“Ini merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat berpenghasilan rendah untuk menghuni rumah yang layak, sekaligus membuka lapangan pekerjaan sebagai tukang untuk rehabilitasi rumah. Saya harap program ini dapat meningkatkan kualitas hidup para penerima bantuan dengan memiliki rumah yang lebih layak, sehat dan nyaman,” kata Menteri Basuki.   

Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid menerangkan, Program BSPS pada dasarnya merupakan stimulan yang diberikan pemerintah kepada masyarakat berpenghasilan rumah rendah yang rumahnya tidak layak huni. Dengan dana BSPS tersebut mereka diharapkan berswadaya membangun rumahnya menjadi lebih layak huni. 

Berdasarkan data Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Banten Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (P2P) Jawa I, pada tahun 2021 Kabupaten Pandeglang mendapat alokasi Program BSPS sebanyak 110 unit yang tersebar di beberapa lokasi antara lain Kecamatan Sukaresmi 10 unit, Kecamatan Sobang 20 unit, Kecamatan Saketi 50 unit, Kecamatan Karangtanjung 15 unit, dan Kecamatan Cadasari 15 unit. Setiap unit rumah penerima Program BSPS mendapatkan bantuan senilai Rp20 juta dalam bentuk bahan material bangunan senilai Rp17,5 juta dan upah tukang Rp2,5 juta. 

“Kami ingin seluruh masyarakat Indonesia bisa tinggal di rumah yang layak huni. Program BSPS juga kami laksanakan bersama Pemda dan masyarakat serta didampingi Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) Program BSPS,” kata Kepala Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Banten Haryo Wacono. 

Salah seorang penerima bantuan Program BSPS di Kabupaten Pandeglang, Sariyah (56 tahun) mengaku sangat terbantu dengan program perumahan tersebut. Rumah tempat tinggalnya yang sebelumnya kondisinya tidak layak kini telah berubah menjadi rumah yang layak huni. 

“Dulu rumah saya kondisinya benar-benar nggak layak atau bisa dibilang rombeng. Dindingnya cuma dari bambu, lantai seadanya dan atapnya genteng biasa dan sering bocor. Tapi berkat Program BSPS kini rumah saya jadi bagus dan layak. Kami harap pemerintah bisa melanjutkan Program BSPS ini sebab manfaatnya sangat kami rasakan dan rumah tempat tinggal kami kini lebih layak huni,” ujarnya. 

Hal senada juga disampaikan oleh Sarkem (60 tahun) bersama suaminya R Bana (77 tahun) warga Kampung Bojen Pasar, Desa Bojen, Kecamatan Sobang, Kabupaten Pandeglang. Mereka yang kini sudah berusia lanjut juga merasa bersyukur bisa mendapatkan Program BSPS dari pemerintah. 

“Kami sangat berterimakasih kepada Presiden Joko Widodo dan Kementerian PUPR karena ada Program BSPS ini memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Kalau bisa ya tahun depan Program ini bisa dilanjutkan lagi karena banyak tetangga saya yang juga butuh bantuan ini karena rumahnya banyak yang nggak layak,” katanya. 

Kepala Desa Perdana, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang Banten H Ade Sutisna mengungkapkan, berdasarkan data yang dimiliki masih banyak warganya yang masih tinggal di rumah yang tidak layak. 

“Kami sudah mengusulkan ke Pemda agar warga desa ini bisa menerima bantuan Program BSPS lebih banyak lagi tahun depan. Tahun ini hanya ada 10 KK yang menerima Program BSPS. Jadi kami harap Program ini bisa berlanjut karena memang sangat dibutuhkan masyarakat,” katanya. 

Sementara itu, Kepala Desa Bojen, Kecamatan Sobang, Kabupaten Pandeglang Sukardi menyatakan, pihaknya selalu mendorong agar masyarakat bisa tinggal di rumah yang layak huni. Untuk membangun rumah warga yang mendapat Program BSPS, pihaknya juga mengajak warga agar bergotong royong yakni warga yang mampu membantu warga yang kurang mampu. 

“Warga kami banyak yang menjadi petani, pedagang dan buruh. Jadi di masa pandemi ini mereka merasa bantuan Program BSPS sangat membantu mereka secara perekonomian maupun kesehatan,” terangnya./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Ancaman Serangan Siber (ilustrasi: Julio Lopez/Unsplash.com)
EKONOMIGagasan

Di Balik Kekacauan Global

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Beberapa hari terakhir marak beredar berita tentang peretasan sistem...

EKONOMIPerbankan & Asuransi

HUT BRI Life ke-39, Perkuat Komitmen “Melindungi Keluarga Indonesia”

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - PT Asuransi BRI Life merayakan Hari Ulang Tahun (HUT)...

Para pengunjuk rasa menuntut keringanan utang bagi negara-negara miskin dalam pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia di Bangkok pada Oktober lalu. (dok: Peerapon Boonyakiat/Sopa Images/Shutterstock)
EKONOMIGLOBAL

Utang Luar Negeri Semakin Mencekik Negara Miskin

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Negara-negara miskin kini semakin sulit untuk berinvestasi untuk masa...

Pemilu Sela di AS (dok: The GuardianSteven Garcia/NurPhoto/Shutterstock)
EKONOMIGLOBAL

Demokrat Menangi Pemilu Sela di AS, Apa Dampaknya bagi Asia?

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Partai Demokrat berhasil menang telak dalam pemili paruh waktu...