www.bisnistoday.co.id
Kamis , 5 November 2026
Home GLOBAL Dividen Global Anjlok, Terburuk Sejak Krisis Keuangan 2009
GLOBALKawasan Global

Dividen Global Anjlok, Terburuk Sejak Krisis Keuangan 2009

janus henderson
Social Media

LONDON, Bisnistoday- Krisis virus corona membuat perusahaan-perusahaan besar dunia memangkas pembayaran dividen antara 17-23 persen tahun ini atau apa yang bisa mencapai 400 miliar dolar AS, sebuah laporan baru menunjukkan, meskipun sektor-sektor seperti teknologi malah cenderung membaik.

“Tahun 2020 akan menjadi hasil terburuk untuk dividen global sejak krisis keuangan global.”

Riset Janus Henderson

Pembayaran dividen global anjlok 108 miliar dolar AS menjadi 382 miliar dolar AS pada kuartal kedua tahun ini, fund manager Janus Henderson telah menghitung, menyamakan dengan penurunan 22 persen tahun-ke-tahun yang akan menjadi yang terburuk sejak setidaknya 2009.

Semua kawasan mengalami pembayaran yang lebih rendah kecuali Amerika Utara, di mana pembayaran Kanada terbukti tangguh. Di seluruh dunia, 27 persen perusahaan memotong dividen mereka, sementara Eropa yang terkena dampak paling parah menyaksikan lebih dari setengahnya melakukannya dan dua pertiga dari mereka membatalkannya secara langsung.

“Tahun 2020 akan menjadi hasil terburuk untuk dividen global sejak krisis keuangan global,” kata Janus Henderson dalam laporan yang diterbitkan pada, Senin (24/8).

“Kami sekarang memperkirakan dividen global utama turun 17 persen dalam skenario kasus terbaik, membayar 1,18 triliun dolar AS … Skenario terburuk kami dapat melihat pembayaran jatuh 23 persen menjadi 1,10 triliun dolar AS.”Perincian dari berbagai sektor juga menunjukkan beberapa perbedaan besar.

Bank-bank dan perusahaan-perusahaan keuangan lain yang telah diperintahkan oleh Bank Sentral Eropa (ECB) untuk berhenti membayar dividen menyumbang setengah dari pengurangan 45 persen penurunan dividen kuartal kedua Eropa menjadi 77 miliar dolar AS.

Para penambang dan perusahaan-perusahaan minyak terpukul parah oleh kemerosotan harga komoditas yang luas dan perusahaan-perusahaan consumer discretionary melihat operasi mereka terpukul keras oleh penguncian pemerintah juga, yang mengakibatkan pembayaran jauh lebih rendah.

Sektor Teknologi dan Kesehatan
Sebaliknya, dividen perusahaan-perusahaan teknologi dan telekomunikasi dan perawatan kesehatan relatif tidak terpengaruh, dengan dividen mereka masing-masing naik 1,8 persen dan 0,1 persen pada basis yang mendasarinya.

Ketahanan teknologi besar itu juga telah membantu Microsoft dan Apple masuk ke dalam jajaran sepuluh besar pembayar dividen dunia untuk pertama kalinya tahun ini. Daftar itu masih dipuncaki oleh Nestle, diikuti oleh Rio Tinto, dan China Mobile Limited.

Berikutnya, Allianz SE, Sanofi, Microsoft Corporation, AT&T Inc, Exxon Mobil Corp, Toyota Motor Corporation, dan Apple Inc.”Tren dividen mencerminkan tren di masyarakat dan pasar saham saat ini,” kata kepala pendapatan ekuitas global Janus Henderson, Ben Lofthouse.

“Mungkin kita akan melihat peningkatan dari beberapa bagian di sektor teknologi,” tambahnya. “Ada banyak neraca yang sangat kuat di area itu.”

Ke depan, kata dia, beberapa faktor kunci akan menentukan seberapa kuat pemulihan dividen nantinya.Yang paling jelas adalah jalur virus corona, tetapi ada juga yang dilakukan perusahaan-perusahaan AS akhir tahun ini dan apakah bank-bank Eropa mendapatkan lampu hijau awal tahun depan untuk memulai kembali pembayaran mereka.

“Pertanyaan besar bagi AS adalah apa yang akan terjadi pada kuartal keempat. Jika banyak perusahaan melakukan pemotongan dividen yang signifikan, pembayaran akan ditetapkan pada tingkat yang lebih rendah hingga menjelang akhir 2021.” Ant/

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Pemilu Sela di AS (dok: The GuardianSteven Garcia/NurPhoto/Shutterstock)
EKONOMIGLOBAL

Demokrat Menangi Pemilu Sela di AS, Apa Dampaknya bagi Asia?

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Partai Demokrat berhasil menang telak dalam pemili paruh waktu...

Degung Kapitol
Kawasan Global

Demokrat Rebut Kendali Kongres AS, Kemenangan Besar yang Guncang Kekuasaan Trump

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Peta kekuatan politik Amerika Serikat (AS) mengalami perubahan signifikan setelah...

Geoffrey Hinton (dok: University of Toronto)
GLOBALOtomotif & Tekno

Peraih Nobel Geoffrey Hinton Sebut Dunia akan Lebih Baik Tanpa AI

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Serangan siber yang melumpuhkan sejumlah supermarket di Prancis, baru-baru...

Pranis rusuh
Kawasan Global

Melonjaknya Biaya Hidup, Picu Unjuk Rasa Besar-besaran di Eropa

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Unjuk rasa para pelajar di Prancis yang telah berlangsung...