www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 24 Oktober 2026
Home EKONOMI Dana Abadi Pendidikan yang Dilola Pemerintah Mencapai Rp99,1 Triliun
EKONOMI

Dana Abadi Pendidikan yang Dilola Pemerintah Mencapai Rp99,1 Triliun

DANA ABADI PENDDIDIKAN: Total dana abadi bidang pendidikan, termasuk penelitian, perguruan tinggi dan kebudayaan yang dikelola pemerintah (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan/LPDP) sejak 2010 mencapai Rp99,1 triliun dan masih akan berkembang karena pada 2022 ada tambahan dari APBN
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Total dana abadi bidang pendidikan, termasuk penelitian, perguruan tinggi dan kebudayaan yang dikelola pemerintah (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan/LPDP) sejak 2010 mencapai Rp99,1 triliun dan masih akan berkembang karena pada 2022 ada tambahan dari APBN.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati dalam Pembukaan Beasisa LPDP 2022 di Jakarta, Jumat (25/2) menyebutkan, dana abadi sebesar Rp99.1 triliun tersebut meliputi dana abadi pendidikan Rp81,1 triliun, dana abada penelitian Rp8 triliun, dana abadi perguruan tinggi Rp7 triliun, dan dana abadi kebudayaan sebesar Rp3 triliun.

“Berbagai macam bentuk dana abadi itu merupakan komitmen bahwa kualitas sumber daya manusia Indonesia ditentukan tidak hanya dari sisi pendidikan formal namun juga melalui penelitian serta interaksi sosial termasuk dari sisi kebudayaan,” katanya.

Ia menuturkan pemerintah setiap tahun sejak 2007 mengalokasikan 20 persen dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) khusus untuk bidang pendidikan dan tahun ini anggarannya sebesar Rp542,8 triliun.

Anggaran pendidikan akan sangat bergantung pada besaran pagu total APBN setiap tahunnya sehingga jika anggaran pada suatu tahun membengkak maka anggaran untuk bidang pendidikan juga meningkat.

Menurut Sri Mulyani, hal itu yang melatarbelakangi dirinya membentuk dana abadi bidang pendidikan pada 2010 agar anggaran pendidikan sebesar 20 persen per tahun dapat dikelola secara baik dan dirasakan manfaatnya oleh antargenerasi. “Kita ingin dana 20 persen ini harus bisa dimanfaatkan antargenerasi dan dikelola dengan baik,” ujarnya.

Ia menegaskan dana ini adalah dana dari APBN yang berasal dari pajak masyarakat sehingga dari sisi pengelolaan dan alokasi harus bisa dipertanggungjawabkan kepada publik.

Oleh sebab itu, ia memastikan pengelolaan dana abadi selalu dilaporkan, diaudit dan disampaikan terkait jumlah dana pengelolaan, pendapatan dari investasinya serta penggunaan dari dana investasi tersebut.

“Pengelola kebijakan seperti Kemendikbud Ristek dan Kemenag serta stakeholder lain seperti Kemenko PMK sangat menentukan strategi kebijakan-kebijakan ke depan,” katanya./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kemenkop Luncurkan Koperasi Perumahan Rakyat di Cianjur

CIANJUR, Bisnistoday.co.id—Kementerian Koperasi (Kemenkop)!meresmikan Koperasi Perumahan Rakyat di Kawasan Tamar Village, Kabupaten...

EKONOMIPerbankan & Asuransi

BRI Life Luncurkan Asuransi COZY Sebagai Solusi Proteksi Fleksibel

JAKARTA, Bisnistoday.co.id — PT Asuransi BRI Life (BRI Life) meluncurkan produk asuransi...

EKONOMI

Munas IMA di Bandung Bertepatan dengan HUT ke-30, Soroti Peran Pemasaran dalam Meningkatkan Daya Saing Indonesia

BANDUNG, Bisnistoday.co.id – Indonesia Marketing Association (IMA) akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) di...

EKONOMI

Perjuangan 3 Guru Maluku Raih Gelar Sarjana, Harus Berburu Sinyal hingga ke Kampung Tetangga

BANDUNG, Bisnistoday.co.id – Keterbatasan jaringan internet tak menyurutkan perjuangan tiga guru asal...