www.bisnistoday.co.id
Rabu , 30 September 2026
Home EKONOMI Kenaikan Harga Pertalite dan Elpiji Bakal Dongkrak Laju Inflasi
EKONOMIEnergi

Kenaikan Harga Pertalite dan Elpiji Bakal Dongkrak Laju Inflasi

DONGKRAL LAJU INFLASI: Sinyal pemerintah bakal menaikkan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan Elpiji bersubsidi (3 kg) sebagai respon naiknya harga minyak dunia dapat memberi tekanan terhadap laju inflasi di dalam negeri
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Sinyal pemerintah bakal menaikkan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan Elpiji bersubsidi (3 kg) sebagai respon naiknya harga minyak dunia dapat memberi tekanan terhadaplaju inflasi di dalam negeri.

Tanpa memasukkan faktor kenaikan harga Pertalite dan Elpiji, tekanan infasi sudah relatif tinggi, termasuk di dalam harga energi global, kebijakan tarif PPN, harga Pertamax yang sudah naik terlebih dahulu, dan pola musiman ketika bulan Ramadhan.

“Sekarang ditambah wacana kenaikan Pertalite dan elpiji tentu tekanan terhadap inflasi di tahun ini berpeluang semakin lebih tinggi,” kata pengamat ekonomi dari lembaga kajian Center of Reform on Economics (Core), Yusuf Rendy di Jakarta, Kamis (7/4).

Ia mengatakan hal yang perlu diwaspadai apakah kenaikan inflasi ini masih bisa dikompensasi oleh daya beli masyarakat atau tidak.

Jika berbicara kelas pendapatan, lanjutnya, kenaikan harga Pertalite dan elpiji pada kelas pendapatan menengah hanya akan memberikan dampak yang relatif kecil, namun yang perlu diperhatikan adalah kelompok pendapatan menengah ke bawah.

“Tekanan inflasi akan terasa lebih berat untuk kelompok ini, apalagi mereka yang belum sepenuhnya bisa pulih dari pandemi akibat misalnya belum masuk lapangan kerja utama. Padahal tengah tahun masih termasuk dalam kuartal II, di mana pertumbuhan kuartal ini bisa didorong tinggi, karena terdapat momentum Ramadhan,” jelasnya.

Panic Buying

Secara terpisah, Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada,  Fahmy Radhi memandang wacana kenaikan harga Pertalite dan elpiji tiga kilogram berpotensi menyulut kepanikan berbelanja atau panic buying.

Menurutnya, kelangkaan Pertalite yang terjadi disejumlah SPBU kemungkinan akibat masyarakat mengalami kepanikan berbelanja setelah mengetahui wacana kenaikan tersebut.

Fahmy meminta supaya harga Pertalite dan elpiji tiga kilogram tidak dinaikkan dalam waktu dekat. Pemerintah perlu menunggu sampai harga minyak dunia sudah mencapai keseimbangan pasar.

“Kenaikan Pertalite dan gas melon akan menaikkan inflasi dan makin memperburuk daya beli masyarakat serta memperberat beban rakyat, terutama rakyat miskin,” pungkasnya./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

F1 Asia Indonesia
EKONOMI

Wujudkan Kolaborasi Industri Mamin, Food Ingredients Asia Indonesia 2026 Sukses Digelar di Indonesia

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Food Ingredients Asia Indonesia 2026 telah sukses diselenggarakan di...

Energi

PHE Lepas Pantai Bunyu Sosialisasikan Rencana Eksplorasi di Kalimantan Utara

TANJUNG SELOR, Bisnistoday.co.id – PT Pertamina Hulu Energi Lepas Pantai Bunyu (PHE...

Wartsila, perusahaan teknologi global asal Finlandia, berpartisipasi di Enlit Asia – MKI Electricity Connect, dengan menghadirkan teknologi mesin dual-fuel Wärtsilä 34DF yang mengedepankan fleksibilitas jaringan listrik untuk mendukung semakin meningkatnya kebutuhan pasokan listrik di Indonesia.(dok:Ist)
Energi

Fleksibilitas Jaringan Listrik jadi Kunci Percepatan Energi Terbarukan dan Pertumbuhan Pusat Data AI

JAKARTA, Bisnistoday - Indonesia memasuki fase baru dalam transisi energinya, yang didorong...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

KDKMP Akan Menjadi Agen dan Distributor Barang Bersubsidi

JAKARTA, Bisnistoday –Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) akan menjadi simpul distribusi barang...