www.bisnistoday.co.id
Kamis , 5 November 2026
Home GLOBAL Menkeu AS Yellen Berjibaku Yakinkan Investor Perbankan
GLOBALHEADLINE NEWSKawasan Global

Menkeu AS Yellen Berjibaku Yakinkan Investor Perbankan

MENTERI KEUANGAN AS, Janet Yellen.
Social Media

WASHINGTON, Bisnistoday – Situasi yang gusar dirasakan para investor saham perbankan serta masyarakat yang menaruh dananya di perbankan Amerika Serikat, menjadi perhatian Menteri Keuangan AS Janet Yellen.

Untuk itu, Janet Yellen berupaya meyakinkan investor yang gelisah bahwa simpanan bank di Amerika Serikat aman dan berjanji menyiapkan kebijakan untuk menahan ancaman krisis keuangan. Kendati begitupun, saham-saham perbankan juga masih jatuh pada perdagangan Kamis (23/3).

Para investor beramai-ramai telah melepas saham perbankan secara global selama dua minggu terakhir, ditengah kenaikan suku bunga  The Fed yang cepat untuk mengendalikan inflasi. Kehijakan ini dituding oleh beberapa orang sebagai akar penyebab bencana tersebut.

Saham bank AS turun lagi pada Kamis (23/3), mendorong indeks bank S&P 500 turun ke penutupan terendah sejak November 2020.

Bergugurannya harga saham bank pemberi pinjaman seperti Silicon Valley Bank (SVB) karena kerugian obligasi yang terkait dengan lonjakan suku bunga adalah pemicu awal gejolak.

Analis JPMorgan Chase & Co memperkirakan bank-bank AS yang “paling rentan” kemungkinan kehilangan total sekitar 1 triliun dolar AS simpanan sejak tahun lalu. Setengah dari arus keluar terjadi pada Maret setelah runtuhnya SVB, katanya.

Para pembuat kebijakan menekankan gejolak ini berbeda dari krisis keuangan 15 tahun lalu, dan Yellen mengulangi bahwa dia siap untuk mengambil tindakan lebih lanjut untuk melindungi simpanan bank jika diperlukan – salah satu masalah yang dikhawatirkan investor.

“Seperti yang telah saya katakan, kami telah menggunakan alat penting untuk bertindak cepat untuk mencegah penularan. Dan itu adalah alat yang dapat kami gunakan lagi,” kata Yellen dalam sambutan yang telah disiapkan untuk sidang subkomite Alokasi Dewan Perwakilan AS.

“Tindakan tegas yang telah kami ambil memastikan simpanan orang Amerika aman. Tentu saja, kami akan siap untuk mengambil tindakan tambahan jika diperlukan.”

Perbankan di Eropa

Di Eropa, bank sentral Inggris (BoE) menjadi bank sentral terbaru yang menaikkan suku bunga minggu ini. Setelah kenaikan kesebelas berturut-turut, BoE mengatakan telah mencatat “pergerakan besar dan fluktuatif” di pasar keuangan, tetapi sistem perbankan Inggris tetap tangguh.

“Kami telah belajar banyak pelajaran dari krisis keuangan. Tentu saja, kami terus belajar, tetapi saya yakin bank-bank di (Inggris) berada dalam posisi yang jauh lebih kuat,” kata Gubernur BoE Andrew Bailey kepada lembaga penyiaran.

Sementara beberapa kepanikan atas nasib bank telah mereda, investor kini menyesuaikan diri dengan kondisi ekonomi dan pinjaman yang lebih menantang di masa depan.

Indeks bank-bank top Eropa turun 2,5 persen, dengan raksasa perbankan Jerman Deutsche Bank dan Commerzbank masing-masing jatuh 3,2 persen dan 4,1 persen. HSBC yang berkantor pusat di London turun 2,9 persen.

Saham perbankan AS awalnya naik pada Kamis (23/3) dengan para pedagang mengutip petunjuk Fed yang dapat segera menghentikan kenaikan lebih lanjut dalam biaya pinjaman sebagai sumber bantuan, tetapi kemudian berbalik negatif.

Situasi Perbankan di AS

Pemberi pinjaman regional AS yang bermasalah First Republic Bank, yang merupakan salah satu bank yang berbicara dengan rekan dan perusahaan investasi tentang kesepakatan potensial, ditutup turun 6,0 persen. Sekitar 90 persen dari nilai pasar saham bank telah menguap bulan ini, menyisakan kapitalisasi pasar lebih dari 2 miliar dolar AS.

“Terlepas dari upaya kuat untuk melindungi, khususnya First Republic, krisis terus berlanjut dan investor bertanya-tanya apa yang tidak saya lihat,” kata Rick Meckler, partner di Cherry Lane Investments di New Vernon, New Jersey.

Bank-bank AS lainnya di bawah sorotan setelah kematian SVB dan Signature Bank menambah kerugian baru-baru ini. PacWest Bancorp, Comerica dan Zion Bancorp masing-masing anjlok lebih dari 8,0 persen. Truist Securities memangkas target harganya pada bank regional termasuk Zions dan Comerica, memperingatkan pertumbuhan yang lebih lambat dan biaya kredit yang lebih tinggi./Ant

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Pemilu Sela di AS (dok: The GuardianSteven Garcia/NurPhoto/Shutterstock)
EKONOMIGLOBAL

Demokrat Menangi Pemilu Sela di AS, Apa Dampaknya bagi Asia?

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Partai Demokrat berhasil menang telak dalam pemili paruh waktu...

Degung Kapitol
Kawasan Global

Demokrat Rebut Kendali Kongres AS, Kemenangan Besar yang Guncang Kekuasaan Trump

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Peta kekuatan politik Amerika Serikat (AS) mengalami perubahan signifikan setelah...

Pameran SIAL
HEADLINE NEWS

SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 Perkuat Koneksi Bisnis Dan Akses Pasar Global Bagi Industri F&B

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 resmi dibuka hari...

GEDUNG BEI
HEADLINE NEWS

Potensi Arus Keluar Dana Asing hingga USD 11 Miliar Membayangi Pasar Saham

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai tekanan terhadap pasar...