JAKARTA, Bisnistoday – Pengamat Ekonomi menilai keputusan RDG BI, pada Kamis (24/8) menetapkan BI7DRR sebesar 5,75% merupakan keputusan yang tepat dan ‘timely’.
Hal tersebut diungkapkan Ryan Kiryanto, Ekonom Senior dan Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia/ LPPI) melalui keterangjya di Jakarta, Kamis.
Keputusan BI ini, lanjut Ryan, terutama dilandasi oleh upaya melanjutkan momentum pelandaian inflasi dan ekspektasi inflasi yang sudah berada dalam target sasaran 2-4%. “Ini harus dipertahankan jangan sampai berbalik arah atau naik lagi.”
Hal lain, menurut Ryan, keputusan ini sekaligus menjadi instrumen untuk menjaga kestabilan nilai tukar rupiah sehingga tidak mengalami fluktuasi atau volatilitas yang tajam.
Menurut Ryan, dengan demikian, lembaga keuangan (perbankan dan non bank) diharapkan juga akan mempertahankan stance suku bunga (simpanan dan kredit atau pembiayaan) agar fungsi intermediasi terus berlanjut secara ekspansif.
“Di sisi ini pun kebijakan makroprudensial yang pro economic growth diperkuat oleh keputusan RDG BI kali ini,” katanya.
Maka, menurut Ryan, upaya melandaikan inflasi ke depan -terutama oleh Tim TPI Pusat dan TPI Daerah- menjadi krusial di tengah ancaman kemarau panjang karena efek El Nino yang berpotensi mendisrupsi sektor pangan yang inflatoir.//






































