JAKARTA, Bisnistoday ; Jumlah korban tewas akibat gempa yang terjadi di Kolombia, Senin (10/8/2026) pagi waktu setempat, terus bertambah. Menurut pihak berwenang, setidaknya 111 orang tewas dan 87 lainnya terluka setelah puluhan bangunan runtuh akibat gempa berkekuatan magnitudo 7,4 yang mengguncang wilayah barat negeri itu.
Setelah menetapkan status bencana nasional, presiden baru Kolombia, Abelardo de la Espriella, menyatakan bahwa pemerintahannya telah mengerahkan seluruh kemampuan untuk melindungi nyawa, membantu masyarakat terdampak, dan menyalurkan bantuan ke mana pun dibutuhkan.
“Prioritas utama kami adalah menyelamatkan orang-orang yang terjebak di bawah reruntuhan,” ujarnya.
Gempa yang terjadi Senin pagi itu merupakan yang terkuat di Kolombia sepanjang abad ini. Guardian melaporkan sekitar 1.600 bangunan, termasuk setidaknya 61 bangunan runtuh total, akibat gempat tersebut.
Pemerintah setempat telah menetapkan status darurat guna mempercepat penyaluran dana pemulihan pascagempa dan menyatakan akan mengunjungi lokasi bencana.
“Kami tidak akan membiarkan warga berjuang sendirian. Mereka ada di hati kami, dan kami akan melayani mereka dengan tekad penuh,” kata Presiden Abelardo de la Espriella, dalam pidato kenegaraannya.
Gempa tersebut mengguncang wilayah terpencil Chocó sekitar pukul 07.30 pagi dan getarannya terasa hingga ibu kota Bogota (berjarak 250 mil), serta negara-negara tetangga seperti Ekuador, Venezuela, dan Panama.
Pusat gempa berada di San Jose Del Palmar, sebuah wilayah dengan populasi sekitar 4.800 jiwa, dan gempa utama tersebut diikuti oleh dua gempa susulan berkekuatan magnitudo 2,8 SR dan 4,8 SR.
Pejabat setempat mengonfirmasi adanya korban jiwa di beberapa wilayah, termasuk kawasan penghasil kopi Risaralda dan Valle del Cauca, sementara tim penyelamat berpacu dengan waktu untuk mengevakuasi orang-orang yang terjebak di bawah reruntuhan bangunan.
Tawarkan bantuan
Salah satu wilayah yang paling parah terdampak adalah Kota Pereira. Menurut wali kota seempat, setidaknya 40 orang tewas di sana. Di departemen Choco, setidaknya 12 orang tewas, dan sedikitnya 27 kematian di distrik tetangga, Valle del Cauca—termasuk setidaknya tiga anak-anak dan 15 orang di Cali, kota terbesar ketiga di Kolombia.
Amerika Serikat serta berbagai negara di Eropa dan Amerika Latin telah menawarkan bantuan. Pemerintahan Trump memantau dengan saksama peristiwa gempa bumi tersebut, demikian disampaikan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio. Negara-negara lain, termasuk Ekuador, Prancis, Meksiko, dan Brasil, juga menawarkan bantuan.
Gempa yang terjadi di Kolombia ini terjadi kurang dari dua bulan setelah dua gempa bumi meluluhlantakkan sebagian wilayah Venezuela dan menewaskan lebih dari 6.100 orang.//





































