www.bisnistoday.co.id
Jumat , 21 Agustus 2026
Home GLOBAL AS Siapkan Sanksi Ekonomi Terberat untuk Iran
GLOBAL

AS Siapkan Sanksi Ekonomi Terberat untuk Iran

Tujuan kebijakan  baru ini adalah untuk mengisolasi Iran secara ekonomi dan pada akhirnya “meruntuhkan” pemerintahannya.

Rudal Iran (dok:Unsplash/Moslem daneshzadel)
Rudal Iran (dok:Unsplash/Moslem daneshzadel)
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday — Konfrontasi antara Amerika Serikat dan Iran memasuki fase baru yang dengan menyiapkan sanksi ekenomi terberat terhadap Teheran. Menteri Keuangan AS Scott Bessent bahkan menyebut sebagai sanksi itu merupakan yang terberat dalam sejarah.

Tidak hanya itu, pasukan AS juga kembali mengintensifkan upaya untuk membatasi lalu lintas komersial ke dan dari pelabuhan Iran.

Eskalasi ini terjadi setelah hampir enam bulan konflik. Presiden AS Donald Trump menyebut langkah baru ini sebagai “Economic D-day ,” yang menandakan bahwa Washington semakin melihat tekanan finansial dan komersial sebagai alternatif—atau pelengkap—untuk eskalasi militer lebih lanjut.

Bessent mengatakan kepada CNBC bahwa tujuan kebijakan  baru ini adalah untuk mengisolasi Iran secara ekonomi dan pada akhirnya “meruntuhkan” pemerintahannya. Ia juga menyerukan negara-negara lain, khususnya Tiongkok, untuk bekerja sama dengan AS.

Departemen Keuangan diharapkan akan memberikan rincian paket sanksi baru minggu depan. Strategi ini merupakan perluasan signifikan dari perang ekonomi Washington terhadap Teheran.

Iran telah hidup di bawah sanksi AS selama beberapa dekade, tetapi pemerintahan AS sekarang memberi sinyal upaya untuk menutup saluran yang tersisa yang memungkinkan Teheran menjual minyak, memperoleh mata uang asing, dan mempertahankan perdagangan internasional.

Tergantung Tiongkok

Namun, strategi AS ini amat tergantung dari sikap Tiongkok. Pasalnya, mereka adalah mitra ekonomi utama Iran yang paling penting dan pembeli utama minyak mentah Iran. Agar kampanye sanksi mencapai tingkat tekanan yang diinginkan, AS membutuhkan kerja sama—atau setidaknya kepatuhan—dari negara-negara yang terus berdagang dengan Teheran.

Namun, Tiongkok tegas menolak upaya AS. Para pejabat Tionglok berpendapat bahwa sanksi tambahan tidak akan menyelesaikan perselisihan yang mendasarinya. Sebaliknya, mereka menyerukan diplomasi untuk mengakhiri konflik dan memulihkan stabilitas pasar energi.

Sikap ini, membuat hubungan AS-Tiongkok tegang. Jika Washington berupaya menghukum perusahaan, bank, atau perantara Tiongkok yang terus berurusan dengan Iran, perselisihan tersebut dapat meluas menjadi front lain dalam persaingan ekonomi AS-Tiongkok.

Berisiko besar

Selain dari sisi ekonomi, AS juga mencoba bentuk tekananan di laut. Komando Pusat AS mengatakan bahwa, pada 20 Agustus lalu, pasukan Amerika telah mengalihkan 67 kapal komersial, melumpuhkan tiga kapal, dan menaiki dua kapal lainnya dalam operasi penegakan huku terkait dengan blokade pelabuhan Iran. Kapal-kapal tersebut digambarkan sedang menempuh perjalanan ke atau dari pelabuhan Iran.

Angka-angka tersebut menggambarkan bagaimana konfrontasi telah melampaui penegakan sanksi konvensional. Pembatasan keuangan biasanya beroperasi melalui bank, perusahaan asuransi, perusahaan pelayaran, dan jaringan perdagangan. Blokade angkatan laut memperkenalkan penegakan fisik—dan oleh karena itu risiko konfrontasi langsung yang lebih besar.//

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Politikus Partai Demokrat Abdul El-Sayed (Dok:Reuters)
GLOBAL

Kemenangan El-Sayed Permalukan Kubu Pro-Israel

JAKARTA, Bisnistoday – Kemenangan Abdul El-Sayed di Michigan dalam pemilihan pendahuluan Partai...

Kapal Tanker (Ilustrasi/dok:unsplash/scott-tobin)
GLOBAL

AS Mengklaim Perundingan Selat Hormuz Mengalami Kemajuan

JAKARTA, Bisnistoday - Menteri Luar Negeri Amerika Marco Rubio mengatakan pihaknya secara...

Demo Antiperang (dok:Unsplash.comev-Mz6vYiI8CSA)
GLOBAL

Babak Baru Perundingan AS-Iran Dimulai Hari Ini

JAKARTA, Bisnistoday - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan negosiasi dengan Iran...

Para pendukung gerakan Democratic Socialists of America. (Dok:DSA)
GLOBAL

Jalan Berliku Perjuangan Kaum Sosialis di Amerika

JAKARTA, Bisnistoday - Para kandidat berhaluan kiri di Amerika Serikat yang berafiliasi...