JAKARTA, Bisnistoday – PT Kereta Api Indonesia (Persero) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kejadian kecelakaan antara KA Turangga dan KA Bandung Raya/Commuterline baru-baru ini. Terjadinya musibah di Cicalengka Kab. Bandung, menjadi evaluasi bersama untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api ke depannya.
“Pencapaian positif di masa Angkutan Nataru ini juga terdapat di sisi ketepatan waktu atau On Time Performance keberangkatan kereta api mencapai 99,3% dan kedatangan kereta api mencapai 98,2%. Hal ini juga yang menjadikan pertimbangan utama masyarakat memilih moda transportasi kereta api,” kata Dirut PT KAI, Didiek Hartantyo kepada media di Jakarta, Senin (8/1).
Mengenai penutupan pelayanan Nataru 2023/2024, Didiek menjelaskan, puncak volume pelanggan pada periode Nataru 2023/24 terjadi pada Sabtu, 23 Desember 2023 sebanyak 233.554 pelanggan. Adapun puncak kedua yaitu pada Senin, 1 Januari 2024 sebanyak 229.721 pelanggan. KAI mencatat stasiun terpadat pada periode Nataru ini yaitu Stasiun Pasarsenen, Gambir, Yogyakarta, Bandung, Surabaya Pasarturi, Surabaya Gubeng, dan lainnya.
Di sisi kanal penjualan tiket, KAI mencatat transaksi penjualan tiket KA Jarak Jauh dan Lokal yang berangkat pada masa angkutan Nataru 2023/24 didominasi melalui Access by KAI sebesar 65% dan melalui channel eksternal sebesar 27%.
Untuk memberikan kesan terbaik bagi pelanggan selama masa Nataru 2023/24 KAI telah menghadirkan berbagai inovasi seperti peresmian Luxury Lounge di Stasiun Surabaya Gubeng, Purwokerto, Kertosono, serta skybridge di Stasiun Purwokerto. KAI juga memberikan apresiasi kepada pelanggan dengan menyelenggarakan program Snack for Kids, Free Merchandise, Kado Hari Ibu, dan Free Tumbler.
Tak hanya melayani penumpang domestik, KAI mencatat penumpang warga negara asing (WNA) selama periode Nataru 2023/24 sebanyak 22.162 penumpang. KA-KA favorit WNA pada periode tersebut yaitu KA Argo Parahyangan relasi Gambir – Bandung pp, KA Sancaka relasi Yogyakarta – Surabaya Gubeng pp, KA Taksaka relasi Gambir – Yogyakarta pp, dan lainnya. Adapun para penumpang WNA tersebut di antaranya berasal dari Belanda, Jerman, Australia, Malaysia, Singapura, Jepang, dan China.
Didiek menambahkan, keberhasilan dalam melayani pelanggan di masa Nataru 2023/24 ini akan KAI jadikan momentum untuk melakukan evaluasi secara detail dan komprehensif, termasuk kepatuhan terhadap pelaksanaan budaya keselamatan serta aspek pelayanan. Insan KAI berkomitmen untuk terus menciptakan inovasi dan membangun kereta api yang berkelanjutan sehingga tercapai visi KAI yakni ‘menjadi solusi ekosistem transportasi terbaik untuk Indonesia’.
“Hasil evaluasi ini kami harapkan dapat menjadi strategi pembelajaran yang sangat penting bagi KAI untuk mempersiapkan operasional KA sepanjang tahun 2024, khususnya menjelang Angkutan Lebaran tahun 2024 yang tidak lama lagi akan kita laksanakan,” tutur Didiek.//







































