JAKARTA, Bisnistoday – Kebijakan Bank Indonenesia (BI) menahan tingkat suku bunga acauan (BI-Rate) sebesar 6 persen direspon positif oleh pelaku pasar. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (18/1) ditutup menguat 52,34 poin ke posisi 7.252,97. Sementara indeks LQ45 naik 4,01 poin ke posisi 972,96.
Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya, Kamis (18/1) menyebut, pada perdagangan hari ini penguatan IHSG ditopang oleh kebijaknBI yang mempertahankan suku bunga acuannya di 6 persen, sebagai upaya menjaga stabilitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, serta tetap terkendali dalam sasaran 2,5 plus minus 1 persen pada 2024.
Sebelumnya Gubernur BI, Perry Warjiyo mengungkapkan dukungan permintaan domestik akan memberikan kontribusi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini, dimana BI memprediksi kemungkinan berada di kisaran 4,7 hingga 5,5 persen year on year (yoy).
Pada awal perdaganga sesi pertama, IHSG sempat bergerak ke teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, lima sektor meningkat yaitu dipimpin sektor barang baku sebesar 2,93 persen, diikuti sektor kesehatan dan sektor infrastruktur yang masing-masing naik sebesar 1,21 persen dan 0,82 persen.
Sedangkan enam sektor turun yaitu dipimpin sektor energi yang turun minus 0,81 persen, diikuti sektor transportasi & logistik dan sektor ndustri yang masing-masing turun sebesar 0,59 persen dan 0,24 persen.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu TPIA, CGAS, SRAJ, ACRO, dan GRPH. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni KOKA, GTRA, CUAN, MSKY dan NICE.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.267.132 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 19,67 miliar lembar saham senilai Rp10,64 triliun. Sebanyak 250 saham naik, 261 saham menurun, dan 258 tidak bergerak nilainya.
Bursa Rerional
Sementara itu bursa regional Asia cenderung menguat di tengah pelaku pasar memantau perkembangan geopolitik di Timur Tengah menyusul serangan baru Amerika Serikat (AS) terhadap sasaran Houthi di Yaman.
Di sisi lain, Presiden European Central Bank (ECB) Christine Lagarde mengatakan bank sentral berada pada jalur yang tepat untuk menurunkan inflasi, namun masih jauh dari target 2 persen.
Baca juga: IHSG Menguat Ditopang Surplus Neraca Perdagangan Desember 2023
Pelaku pasar berkesimpulan bahwa ECB mungkin tidak akan memangkas suku bunga secepatnya.
Indeks bursa saham regional Asia tersebut di antaranya, indeks Nikkei melemah 11,60 poin atau 0,03 persen ke 35.466,19, indeks Hang Seng menguat 114,89 poin atau 0,75 persen ke 15.391,79, indeks Shanghai menguat 12,16 poin atau 0,43 persen ke 2.845,78, dan indeks Strait Times melemah 2,44 poin atau 0,08 persen ke 3.139,78./









































