www.bisnistoday.co.id
Minggu , 20 September 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa IHSG Menguat Ditopang Surplus Neraca Perdagangan Desember 2023
Bursa

IHSG Menguat Ditopang Surplus Neraca Perdagangan Desember 2023

IHSG
PERGERAKAN IHSG hingga akhir tahun menguat./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (16/1) ditutup menguat 18,79 poin ke posisi 7.242,78. Sementara indeks LQ45 naik 1,33 poin ke posisi 975,39.

Tim Riset Pelarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya menyebutkan,  IHSG cenderung menguat ditopang surplusnya neraca perdagangan periode Desember 2023, yang memberikan katalis positif, sebab neraca perdagangan berkontribusi positif dalam menjaga ketahanan eksternal perekonomian Indonesia.

Selain itu, Bank Indonesia (BI) merilis posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada November 2023 tetap terkendali atau sebesar 400,9 miliar dolar AS atau tumbuh 2,0 persen (yoy), atau lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya yang hanya sebesar 0,7 persen (yoy).

Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, enam sektor meningkat yaitu dipimpin sektor barang konsumen primer sebesar 0,95 persen, diikuti sektor barang baku dan sektor barang konsumen non primer yang masing-masing naik sebesar 0,87 persen dan 0,42 persen.

Sedangkan lima sektor turun yaitu dipimpin sektor kesehatan yang turun minus 1,53 persen, diikuti sektor industri dan sektor keuangan yang masing-masing turun sebesar 0,51 persen dan 0,24 persen.

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu MSKY, NICE, PDPP, GTRA, dan TPIA. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni BATA, WIDI, MANG, HEAL dan APIC.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.341.222 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 11,56 miliar lembar saham senilai Rp21,39 triliun. Sebanyak 272 saham naik, 241 saham menurun, dan 258 tidak bergerak nilainya.

Bursa Regional

Sementara itu, mayoritas bursa saham kawasan Asia melemah. Hal ini dipengaruhi oleh memanasnya konflik di Timur Tengah setelah militan Houthi menyerang kapal komersial milik Amerika Serikat (AS) di laut merah, yang menjadi perhatian pasar, dimana Laut Merah merupakan rute perdagangan terpenting di dunia.

Sebelumnya, Houthi menyampaikan posisi kelompok tersebut tidak berubah setelah serangan yang dipimpin AS, yang mengindikasikan bahwa serangan akan terus berlanjut pada kapal-kapal yang menuju ke Israel.

Baca juga: The Fed Akan Longgarkan Kebijakan Moneter, IHSG Menguat

Ketegangan di Laut Merah akan memberikan gangguan terhadap kestabilan perekonomian global.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain, indeks Nikkei melemah 282,60 poin atau 0,79 persen ke 35.619,19, indeks Hang Seng melemah 350,41 poin atau 2,16 persen ke 15.865,92, indeks Shanghai menguat 7,70 poin atau 0,27 persen ke 2.893,99, dan indeks Strait Times melemah 14,43 poin atau 0,45 persen ke 3.184,99./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Samuel Sekuritas
BursaHEADLINE NEWS

Samuel Sekuritas : Pemulihan Pasar Saham Bergantung Isu Nilai Tukar Rupiah dan Besaran Bunga

JAKARTA, Bisnistoday – Investor sampai saat ini masih mempertanyakan mengenai kapan Indeks...

GEDUNG BEI
Bursa

IHSG Kembali Menguat, Asing Kembali Akumulasi Saham Bank Besar

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia melihat penguatan Indeks Harga...

Mirae Asset
Bursa

Pasar Kian Selektif, Mirae Asset Sekuritas Tingkatkan Layanan “Wealth Management”

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai ruang penguatan pasar...

GEDUNG BEI
BursaHEADLINE NEWS

MSCI Hapus GOTO dan Turunkan CPIN, Mirae Asset Sekuritas Ungkap Potensi Outflow Jangka Pendek

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai hasil MSCI August...