www.bisnistoday.co.id
Kamis , 5 November 2026
Home NASIONAL & POLITIK Humaniora Hari Kartini dan Perjuangan Perempuan Pesisir Mendapatkan Air Bersih
Humaniora

Hari Kartini dan Perjuangan Perempuan Pesisir Mendapatkan Air Bersih

Nelayan Tradisional
PERKUMPULAN Nelayan Tradisional di Cilincing, Jakarta Utara./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Setiap 21 April diperingati sebagai Hari Kartini, sebagai momentum mengenang dan menghormati perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan kesetaraan gender. Berkenaan dengan itu, Ketua Umum Kesatuan Perempuan Pesisir Indonesia (KPPI), Rosinah menyampaikan tentang makna penting Hari Kartini.

Menurutnya, Hari Kartini bagi perempuan tidak hanya bermakna emansipasi  perempuan, tetapi juga memiliki nilai perjuangan perempuan untuk  merebut   keadilan dalam layanan publik terutama masalah air, sanitasi dan kebersihan (WASH).

“Tidak adanya layanan dan akses WASH untuk masyarakat pesisir khususnya bagi perempuan pesisir itu bagian dari ketidakadilan oleh negara,” tegas Rosinah, di Jakarta, Senin (21/4).

Lebih lanjut Rosinah mengatakan, sebagai indikator dapat dilihat angka kemiskinan dan marginalisasi kampung nelayan di wilayah pesisir merupakan bukti nyata wilayah pesisir belum menjadi skala prioritas kebijakan Pembangunan. Menurutnya, Kebijakan pemerintah selama ini masih bias darat.

“Perempuan dengan identitas berlapis atau sebagai ibu rumah tangga, mencari uang, serta merawat komunitas) adalah kelompok yang paling rentan mengalami gangguan kesehatan akibat rendahnya akses atas air bersih berkualitas dan fasilitasi sanitasi yang kurang memadai,” kata Rosinah

Tanggungjawab Perempuan

Selain itu, Perempuan Pesisir juga merupakan penanggung jawab utama dalam keluarga untuk menyediakan air bersih, memelihara fasilitas sanitasi serta mengelola sampah di lingkungan keluarga. Kata Rosinah, hal ini menyebabkan perempuan mengalami beban kerja (ganda). Seharusnya masalah kebersihan, urusan sanitasi dan air bersih itu menjadi tanggung jawab bersama laki-laki dan perempuan baik dalam keluarga maupun dalam masyarakat.

“KPPI sebagai organisasi perempuan pesisir, sudah melakukan beberapa intervensi seperti melangsungkan kegiatan rutin Sangkepan, kampanye, audiensi ke pemerintah desa, kabupaten/kota dan provinsi, serta berpartisipasi dalam berbagai tahapan Musrembang mulai dari tingkat desa hingga kabupaten/kota. Intervensi ini merupakan salah satu upaya perempuan pesisir dalam pemenuhan hak dasar atas layanan air bersih dan sanitasi,” terang Rosinah

Dikakatan Rosinah, air bersih dan sanitasi layak merupakan tujuan ke enam dari Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB). Kondisi akses air bersih, sanitasi dan  sampah sangat perlu diperhatikan oleh negara demi terciptanya kehidupan masyarakat yang adil dan sejahtera.

Pemberdayaan Ekonomi

Sementara itu, Ketua DPD KNTI Lombok Timur, Sri Wahyuni, mengingatkan tentang pentingnya pemberdayaan ekonomi perlindungan sosial bagi perempuan pesisir. Selain itu, menurut beliau Hari Kartini ini menjadi pengingat tentang pentingnya pendidikan dan kesetaraan, serta memberikan inspirasi untuk terus berjuang mencapai kemajuan dan kesejahteraan  perempuan pesisir.

“Hari Kartini mendorong perempuan pesisir untuk lebih aktif dalam sektor ekonomi, seperti pengolahan ikan, kerajinan tangan, atau pariwisata. Ini sejalan dengan perjuangan Kartini untuk membuka kesempatan bagi perempuan untuk berkarya dan mandiri,” urai Sri

Lebih lanjut, Ia berujar, terkait dengan pendidikan dan kesetaraan perempuan, Sri mengingatkan tentang pentingnya akses pendidikan yang lebih luas bagi perempuan pesisir, sehingga mereka dapat meningkatkan kualitas hidup dan bersaing di berbagai bidang. Ini sesuai dengan semangat Kartini dalam memperjuangkan hak-hak pendidikan bagi perempuan.

“Hari Kartini menjadi momentum untuk mengapresiasi peran perempuan pesisir dalam pembangunan dan menginspirasi mereka untuk terus berjuang mencapai kemajuan dan kesejahteraan, serta menantang stereotip dan diskriminasi,” jelas Sri.//

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Lawang Sewu
Humaniora

Mengenal Warisan Perkeretaapian Melalui Petilasan Lawang Sewu dan Museum Ambarawa

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Melalui Rail Heritage Forum 2026 di Lawang Sewu, KAI...

Tes TKA
Humaniora

Gelombang Pertama TKA SMA/SMK 2026 Tuntas, Diikuti Lebih dari 1,6 Juta Murid

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah menuntaskan pelaksanaan...

Mendikdasmen
Humaniora

Puncak Bulan Bahasa 2026, Kemendikdasmen Luncurkan 16 Produk Bahasa-Sastra dan 2 Program Wiyata Kinarya

JAKARTA, Bisnistoday.co.id— Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan...

Wamendikdasmen
Humaniora

Momentum Sumpah Pemuda, Wamendikdasmen Fajar Tekankan Pentingnya Pendidikan Karakter Sejak Dini

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Pendidikan karakter perlu dibangun sejak dini melalui keterlibatan keluarga,...