JAKARTA, Bisnistoday- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada akhir pekan, Jumat (2/7) kembali menguat. IHSG ditutup naik 17,05 poin ke posisi 6.023,01. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 4,4 poin ke posisi 851,52.
“Indeks saham Asia sore ini (Jumat) ditutup beragam dengan pasar mengantisipasi rilis data tenaga kerja AS. Konsensus memperkirakan lapangan pekerjaan bertambah 706.000 sepanjang Juni dan tingkat pengangguran turun ke 5,6 persen dari 5,8 persen,” tulis Tim Riset Philip Sekuritas dalam kajiannya seperti dikutif Antara di Jakarta, Jumat (2/7).
Dari dalam negeri, pasar juga memperhatikan perkembangan kasus Covid-19 serta kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat yang akan mulai berlaku Sabtu (3/7) hingga 20 Juli 2021 di Jawa dan Bali.
Dibuka menguat, IHSG betah berada di teritori positif sepanjang sesi pertama dan sesi kedua perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, lima sektor meningkat dengan sektor barang konsumen nonprimer naik paling tinggi yaitu 1,75 persen, diikuti sektor energi dan sektor barang konsumen primer masing-masing 1,48 persen dan 0,71 persen.
Sedangkan, enam sektor terkoreksi dengan sektor infrastruktur turun paling dalam yaitu minus 0,87 persen, diikuti sektor barang baku dan sektor transportasi masing-masing minus 0,61 persen dan minus 0,46 persen.
Penutupan IHSG sdiiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau net foreign sell sebesar Rp257,7 miliar.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.056.848 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 21,69 miliar lembar saham senilai Rp10,57 triliun. Sebanyak 244 saham naik, 245 saham menurun, dan 157 tidak bergerak nilainya.
Sementara itu, bursa saham regional Asia pada Jumat sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 76,24 poin atau 0,27 persen ke 28.783,28, indeks Shanghai turun 517,53 poin atau 1,8 persen ke 28.310,42, dan indeks Straits Times meningkat 3,48 poin atau 0,11 persen ke 3.127,67.
Masih Terkoreksi
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada akhir pekan ini terkoreksi seiring pelaku pasar yang tengah menantikan rilis data tenaga kerja Amerika Serikat.
Rupiah ditutup melemah 30 poin atau 0,21 persen ke posisi Rp14.533 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.503 per dolar AS.
“Indeks dolar menguat jelang rilis data ketenagakerjaan AS yang dapat mempengaruhi sikap The Federal Reserve baru-baru ini terhadap kebijakan moneter,” kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi.
Investor terus mencerna data yang dirilis pada Kamis (1/7) yang menyebutkan IMP manufaktur Institute of Supply Management (ISM) sedikit lebih rendah dari perkiraan yaitu 60,6 pada Juni.
Selain itu, klaim pengangguran awal AS pada pekan lalu mencapai 364.000 klaim, turun dibandingkan minggu sebelumnya 415.000 klaim, dan menjadi yang terendah selama pandemi.
Beberapa investor juga bertaruh bahwa imbal hasil obligasi pemerintah AS akan tetap lemah pada paruh kedua 2021.
Indeks dolar yang mengukur kekuatan dolar terhadap mata uang utama lainnya saat ini berada di level 92,655, naik dibandingkan posisi penutupan sebelumnya yaitu di posisi 92,597.
Sedangkan imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun saat ini berada di level 1,451 persen, turun dibandingkan posisi penutupan sebelumnya 1,48 persen.
Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp14.515 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.515 per dolar AS hingga Rp14.568 per dolar AS.
Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Jumat melemah ke posisi Rp14.564 dibandingkan posisi pada hari sebelumnya Rp14.539 per dolar AS./









































